Harga Pangan Terus Naik, Kadin Surabaya Imbau Pebisnis Saling Berbagi di Bulan Ramadhan

KANALSATU - Melonjaknya harga berbagai kebutuhan pangan seperti beras dan gula di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dalam sebulan terakhir telah mengakibatkan tingkat inflasi terkerek cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik Kota Surabaya menunjukkan, pada bulan Februari 2024, laju inflasi kota pahlawan tercatat mencapai 0,45 persen.
Besaran inflasi tersebut jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada periode sama yang hanya mencapai 0,1 persen. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Kadin Surabaya H.M. Ali Affandi mengungkapkan, naiknya harga berbagai kebutuhan tersebut senantiasa terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Hal ini diakibatkan oleh naiknya konsumsi masyarakat di momen tersebut. Sehingga wajar jika terjadi kenaikan harga.
"Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena masyarakat biasanya menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan, termasuk makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Tentunya, peningkatan konsumsi ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku usaha di Surabaya," ungkap Andi-sapaan akrab Ali Affandi, Kamis (14/3/2024).
Namun demikian, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan konsumsi agar tidak melupakan esensi dari bulan Ramadan itu sendiri.
Andi juga mengingatkan para pengusaha, khususnya pebisnis muslim untuk lebih peduli terhadap kebutuhan masyarakat yang kurang mampu. Apalagi di di bulan Ramadan seperti sekarang.
Ia menyatakan bahwa bulan suci Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan rahmat bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan spiritualitas dan kepedulian terhadap sesama.
Menyikapi akan diumumkannya hasil resmi Pemilu 2024 di tengah berlangsungnya bulan puasa tahun ini, tepatnya 20 Maret mendatang, Andi berharap bulan Ramadan ini dimanfaatkan sebagai waktu untuk saling introspeksi, memaafkan, dan rekonsiliasi demi persatuan dan kesatuan bangsa.
"Di tengah suasana bulan puasa yang penuh kedamaian, mari kita jadikan momentum ini untuk saling merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita tinggalkan perbedaan dan bersatu kembali sebagai bangsa yang besar," pungkas Ali Affandi. (KS-5)