Tingkatkan Minat Gen Z dan Milenial Terhadap Batik dan Tenun

KANALSATU - Pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair 2024 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda Jawa Timur, khususnya Millenial dan Gen Z terhadap batik dan tenun. Pameran ini diikuti sebanyak 140 peserta pengrajin batik bordir dari seluruh Jawa Timur maupun luar Jawa Timur.
Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2024 akan digelar pada 8 hingga 12 Mei 2024 di Exhibition Hall Grand City Surabaya dan dibuka gratis untuk masyarakat umum.
"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tahu dan mengenal produk-produk lokal kita utamanya batik. Tidak hanya bagi masyarakat yang berusia lebih tua, tetapi juga kepada generasi muda, yaitu millenial dan Gen Z bisa mengenal batik," kata Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Isye Adhy Karyono, Rabu (8/5/2024).
Ia mencontohkan, kreasi dan inovasi kain batik lokal yang diperagakan oleh murid-murid SMK binaan Dekranasda Jawa Timur membuktikan bahwa kain batik bisa digunakan untuk segala usia.
Penyelenggaraan pameran semacam ini, disebut Isye, sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi pelaku UMKM utamanya pengrajin batik.
Melalui Dekranasda, Pemprov Jatim diharap bisa menjadi wadah dan memberi support untuk para pengrajin batik yang ingin mempromosikan produk-produk mereka. Sehingga bisa memberi dampak pada peningkatan perekonomian secara regional dan nasional.
Bahkan, ia juga mengapresiasi keberhasilan ekonomi kreatif di Jawa Timur yang mana saat ini berada di posisi kedua kontribusinya bagi ekonomi kreatif nasional. Dengan capaian 20,85 persen dibandingkan capaian nasional pada angka 14 persen.
Wakil Ketua Dekranasda Kota Pasuruan Suryani Firdaus mengatakan Kota Dekranasda menampilkan batik, batik ecoprint, sepatu dan sandal sulam serta kerajinan dari kayu-kayu bekas, anyaman, serta aksesoris mutiara. ”Melalui pameran ini kami berharap bisa meningkatkan potensi UMKM Kota Pasuruan,” ujar Suryani kepada media.
Batik kerajinan Kota Pasuruan memiliki motif khas sirih dan pecah kopi. ”Kota Pasuruan memang bukan penghasil kopi tetapi Kabupaten Pasuruan. Sedangkan untuk temanya sekarang adalah tarian topeng terbang bandung,” tutur Ani-sapaan Suryani.
Untuk pembinaan UMKM, pihaknya selalu berkolaborasi dengan Disperindag dan Dinas UMKM. ”Kami sering memberikan pelatihan untuk ibu-ibu muda. Pemasaran masing-masing UMKM sekarang juga sudah merambah online. Kami juga mengikutkan UMKM binaan ke pameran-pameran,” jelasnya.
Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadang M Kushendarman pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa pameran ini sudah berlangsung selama 19 kali. "Batik Bordir & Aksesoris Fair merupakan pameran industri kerajinan batik dan bordir terbesar di Indonesia. Tahun ini pameran diikuti sekitar 140 peserta," kata Dadang.
Pameran tersebut merupakan sarana promosi bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan karya mereka sebagai trend fashion. Terutama dalam mengenalkan batik sebagai warisan budaya.
Tak hanya itu saja, Debindo Mitra Tama juga mewadahi hasil karya batik buatan para siswa SMK. Sebagian bentuk cara melestarikan batik di kalangan generasi muda.
Selama pameran akan ada parade dan lelang sarung, talk show, workshop branding dan fotografi hingga fashion show. Juga ada door prize dan grand prize selama acara berlangsung dari 8-12 Mei 2024 mendatang.
Pameran diikuti oleh berbagai pelaku industri hingga perwakilan organisasi perangkat daerah. Ada Dinas Pendidikan Jatim, Dekranasda Kabupaten Lumajang, Gallery Hidayah yang menampilkan beraneka kaligrafi, Batik Nuri 9, Bian Mahyra, Pemkot Malang, Namira Ecoprint, Batik Sapu Jagad, Baru Kalimantan, Yoga Art, Domas Batik, Agung Wibowo Batik, Dientje Jewelry, Batik Alyasari dan masih banyak lagi yang lainnya.
(KS-5)