Jelang KTT WWF ke-10 di Bali, PLN UIT JBM Lakukan Penggantian Peralatan Gardu Induk di Jatim
Seorang Srikandi PLN Ikut Berkontribusi

Guna memastikan sistem kelistrikan secara keseluruhan aman, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memantau salah satu bagian terpenting yaitu sistem kelistrikan pada jaringan SUTT/SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi/Ekstra Tinggi).
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) Amiruddin mengatakan pemeliharaan dilakukan untuk perkuatan sistem kelistrikan penyaluran Paiton-Situbondo.
“UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Probolinggo berhasil dalam waktu sehari kemarin (Jumat 10/5) mengganti PMT di GI (Gardu Induk) 150kV Situbondo Bay Paiton 1," kata Amiruddin.
PMT ini dalam sistem berfungsi sebagai pemutus aliran listrik pada peralatan jika terdeteksi adanya gangguan, atau jika dalam kondisi terdapat peralatan yang akan dipeliharan secara offline. Penggantian peralatan dilakukan sesuai hasil uji yang terus dilakukan menunjukkan adanya penurunan performa peralatan.
Pekerjaan dilakukan team UPT Probolinggo bersama ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Jember. Selama pekerjaan, Amiruddin menyebut, dalam pekerjaan ada Srikandi (karyawan perempuan PLN) yang turut melaksanakan penyelesaian penggantian peralatan.
“Bergabung dalam team, ada seorang Srikandi yang juga bergabung menyelesaikan pekerjaan menggunakan peralatan lengkap mobile crane 5 ton, manlift, scafolding, tool set, commisioning set, dan gas handlung SF6 yang ada," ujarnya.
Srikandi ini juga turut mengikuti ritme pekerjaan dalam mengganti MTU (Material Transmisi Utama) sebagai langkah preventif mengoptimalkan keandalan sistem.
Amiruddin mengungkap teamnya juga telah menyelesaikan pekerjaan di GI 150kV Jember. Sebelumnya telah diselesaikan juga pemeliharaan 2 Tahunan GI Jember.
GI Jember ini juga merupakan satu sumber pasokan listrik ke Pulau Bali dari subsistem Paiton.
"Dengan peremajaan peralatan ini kesiapan instalasi sistem transmisi semakin andal menyalurkan pasokan listrik sebesar 300 MW untuk kebutuhan di Pulau Bali, utamanya selama WWF berlangsung 18 – 25 Mei mendatang," papar Amiruddin.
Selain itu, Amiruddin juga menyampaikan permohonan dukungan masyarakat ikut menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“PLN tentu juga membutuhkan masyarakat bersedia membantu dari sisi eksternal dengan tidak membahayakan jaringan transmisi, tidak bermain layang-layang dekat dengan jaringan listrik, tidak meninggalkan layang-layang terbang tanpa pengawasan, tidak menerbangkan balon udara, juga memerhatikan right of way (ROW) bangunan, tumbuhan, tanaman dari jarak aman jaringan listrik," tuturnya.
(KS-5)