Dambakan Anak Ketiga di Tahun Naga, Jessica Iskandar Jalani Program Bayi Tabung di Morula IVF Surabaya

(kiri-kanan) Kepala TRB (Teknik Reproduksi Berbantu) Morula IVF Surabaya Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, SpOG, Subs F.E.R, dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG(K), FICS, Jessica Iskandar, Vincent Verhaag dan Alexander Ang selaku CIO National Hospital saat pers conference di Surabaya, Senin (24/5/2024).

 

KANALSATU – Pasangan selebritis Jessica Iskandar bersama Vincent Verhaag mendambakan kehadiran buah hati. Di usia keduanya yang tak lagi muda, pasangan yang menikah tahun 2021 ini memilih menjalani program In Vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung di Morula IVF Surabaya (MIS) National Hospital.

“Saya dan Vincent sudah lama mendambakan memiliki anak lagi (ketiga), dan Morula IVF Surabaya adalah tempat terbaik untuk mewujudkan mimpi dalam memperoleh buah hati yang sehat secara genetic,” ujar Jessica saat pers conference di National Hospital, Surabaya, Senin (20/5/2024).  

Aktris kelahiran 29 Januari 1988 tersebut mengatakan ingin memiliki anak di tahun naga. Karena itu, sejak awal tahun Ia sudah memulai proses bayi tabung tersebut.

”Vincent ini shionya monyet, saya kelinci, sang kakak El Barack shio kuda dan anak kedua saya shionya macan. Jadi kalau nanti anak ketiga shionya naga, ini akan cocok. Bisa bawa keseimbangan dan keselarasan di rumah,” tutur artis yang biasa disapa Jedar ini.

Meskipun bertempat tinggal di Jakarta, Jedar dan suami tidak ragu untuk mengikuti program bayi tabung di Surabaya. ”Surabaya rasanya sudah menjadi second home. Meskipun berjarak, tapi di sini fasilitasnya lengkap. Kami sangat dimudahkan dalam hal penjemputan, perawatan, sampai menginapnya. Ditambah lagi, banyak teman-teman kami yang menjadi pasiennya dr. Benny (Benediktus Arifin) dan berhasil,” ujarnya lagi.

dr. Benediktus Arifin, MPH, SpOG(K), FICS mengungkapkan, pada pasangan yang berusia di atas 35 tahun, kualitas sel telur dan sperma sudah mulai menurun. “Jessica yang sudah berusia 36 tahun, memiliki risiko yg lebih tinggi utk kelainan kromosom pada embrio, bila hamil. Dengan metode PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy), hal ini dapat diseleksi dulu dengan akurasi sampai 98-99,” jelasnya.

Lebih lanjut Benny menuturkan, dari Jessica didapatkan lima embrio. Dari lima embrio tersebut, salah satu di antaranya dalam kondisi yang kurang sehat. ”Dari empat yang sehat, ditanamkan satu. Semoga kehamilan Jessica berjalan lancar dan sehat-sehat selalu,” kata dr. Benny.  

CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengatakan, pihaknya terus berupaya menghadirkan beragam Center of Excellence untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari layanan NH-DAPS yang tidak hanya menangani estetik tapi juga untuk rekonstruksi hingga plasticsurgery, National Hospital Heart Center (NHHC) khusus mengatasi permasalahan jantung dan tentunya layanan IVF melalui Morula IVF Surabaya Indonesia.

“Kami berharap, kehadiran Morula IVF Indonesia bisa menjadi seperti oase di gurun pasir. Saya meyakini Morula IVF Indonesia bisa membantu banyak orang khususnya pejuang dua garis untuk mendapatkan momongan melalui peralatan-peralatan canggih. Tak perlu bingung ke luar negeri sekarang!,” kata Ang Hoey Tiong.

Kepala TRB (Teknik Reproduksi Berbantu) Morula IVF Surabaya Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, SpOG, Subs F.E.R menambahkan, IVF Surabaya (MIS) National Hospital, merupakan 1 dari 2 klinik bayi tabung pertama di Indonesia (selain Morula IVF Jakarta) yang telah memiliki akreditasi internasional RTAC (Reproductive Technology Accreditation Committee).

Standard yang ada di Morula IVF Surabaya setara dan diakui oleh dunia internasional. Morula IVF Indonesia telah melayani pasien IVF selama 26 tahun di Indonesia.

”Di Morula IVF Surabaya, kami sudah lebih dari 11 tahun beroperasi dan banyak menangani pasien berusia 35 tahun ke atas dari wilayah Indonesia Timur”, ujar Dr. Jimmy.

(Ks-5)

Komentar