Surabaya Fashion Parade 2024 Angkat Tema Avntech, Padukan Teknologi dan Kreativitas dalam Dunia Fashion

KANALSATU - Surabaya Fashion Parade (SFP) 2024 kembali hadir menampilkan koleksi terbaru desainer kenamaan Indonesia. Pada penyelenggaraan ke-17 ini, SFP mengangkat tema Avantech. 

Founder SFP, Dian Apriliana Dewi mengatakan, tema "Avantech" dipilih untuk menggambarkan sinergi antara teknologi canggih dan dunia fashion. Menghubungkan desain kekinian dengan solusi digital untuk menciptakan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya.

”Dengan partisipasi dari berbagai desainer terkemuka, industri teknologi, inovator lokal, dan insan mode, SFP ke-17 menawarkan wadah bagi para kreator untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam desain busana dengan setting spektakuler,” tutur Dian saat pembukaan SFP, Kamis (22/8/2024). 

SFP juga masih terus mengkampanyekan bagaimana fashion, teknologi, dan praktik keberlanjutan dapat bersinergi dalam industri ini. Desain fashion yang dapat memanfaatkan teknologi terbaru dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menawan tetapi juga ramah lingkungan adalah komitmen yang terus digaungkan SFP.

SFP ke-17 adalah kerja sama mutual antara Tunjungan Plaza dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang siap memberikan gebrakan baru tiap tahunnya. Partnership yang telah terjalin sejak 2017 ini memberikan perubahan signifikan dalam setiap event SFP karena menghadirkan tema-tema yang selalu berbeda dan berkelas.

Dibya Hody, perwakilan dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), menambahkan bahwa tema SFP kali ini terinspirasi dari buku tren fashion yang dirancang khusus oleh IFC, sebagai alternatif dari buku tren internasional yang mahal. 

"Teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), kini menjadi bagian penting dalam proses kreatif para desainer," jelas Dibya. Menurutnya, AI dapat membantu para desainer dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan konsep hingga produksi.

SFP 2024 menampilkan koleksi dari 60 desainer terkemuka di Indonesia. Sebut saja Danjyo Hiyoji, Deden Siswanto, Alben Ayub Andal, Asti Atmodjo, dan lain-lain. Desainer-desainer ini akan menampilkan busana-busana yang mengintegrasikan prinsip sustainable dalam desain mereka sambil tetap menyajikan sesuatu yang estetik.

Selain itu, SFP juga mewadahi desainer muda serta Dewan Kerajinan National Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo yang menampilkan busana menggunakan batik lokal.  (KS-5)

Komentar