Jatim dan DKI Perkuat Sinergi, Teken Adendum Kerja Sama untuk Ketahanan Pangan

KANALSATU - Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menandatangani adendum kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jatim dan Pemprov DKI Jakarta di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (31/1/2025). Penyesuaian ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor yang telah terjalin sejak 2021 dan akan berakhir pada 2026.
Adhy menegaskan bahwa kerja sama ini berperan penting dalam pengendalian inflasi dan diharapkan memberikan manfaat bagi kedua provinsi. Seiring kebutuhan daerah yang berkembang, ruang lingkup kerja sama diperluas, mencakup ketahanan pangan, pertanian, peternakan, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pengembangan SDM dan UMKM.
Jawa Timur memiliki potensi ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan 4,91% pada triwulan III 2024 serta inflasi terkendali di angka 1,51 persen (yoy) pada Desember 2024. Sebagai produsen padi terbesar di Indonesia sejak 2020, Jatim juga menyumbang 17,52 persen produksi padi nasional pada 2024.
Selain itu, sektor peternakan Jatim mendominasi nasional dengan kontribusi 62 persen pada populasi sapi perah dan 28 persen pada sapi potong.
Pemprov Jatim juga terus mengembangkan program korporasi petani untuk meningkatkan daya tawar terhadap tengkulak dan memperkuat ketahanan pangan. Di bidang peternakan, vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah mencapai 95 persen dari target 15,4 juta dosis, serta penerapan roadmap exit strategy PMK telah berhasil menekan wabah tersebut.
Dalam kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya suplai pangan untuk mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo tentang swasembada pangan. PT. Food Station Tjipinang Jaya (BUMD DKI) juga menggandeng mitra bisnis dari Jawa Timur guna memperkuat rantai distribusi.
Kedua gubernur berharap sinergi ini semakin erat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. (KS-5)