Wahyoo Group Kolaborasi dengan Apkrindo Majukan UMKM Kuliner di Jawa Timur

KANALSATU - Wahyoo Group, venture builder yang berfokus pada pemberdayaan UMKM kuliner, berkolaborasi dengan Apkrindo untuk membantu langkah strategis menuju perkembangan sektor usaha ini di Jawa Timur.
Langkah terobosan Wahyoo Group dan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) ini, digelar di Stjerne Dining & Brew, Jl Tegalsari Sam Surabaya, Jumat (14/3/2025).
Sedikitnya 50 pelaku UMKM kuliner mewakili anggota Apkrindo hadir dan antusias mengikuti acara ini.
Sebagai bentuk 'Dukungan Nyata bagi UMKM Kuliner di Jawa Timur', beberapa materi penting telah disampaikan, antara lain tentang:
-Marketing Exposure – Promosi digital dan media melalui Key Opinion Leader (KOL) guna memperluas jangkauan pemasaran.
-Networking – Memfasilitasi jaringan bisnis guna membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha.
-Subsidi Diskon melalui Qpon – Menyediakan subsidi diskon yang didukung oleh Qpon, platform voucher digital khusus industri F&B yang telah beroperasi di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bali dan lain sebagainya.
Peter Shearer, Founder dan CEO Wahyoo Group, menyampaikan Wahyoo terus berinovasi dan berkomitmen membantu UMKM kuliner Indonesia bersaing secara global.
"Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki potensi kuliner yang luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan solusi nyata, mulai dari pemasaran digital, networking, hingga subsidi diskon, agar pengusaha kuliner di Surabaya dan Jawa Timur dapat berkembang lebih cepat," katanya.
Ferry Setiawan Hendro Ciputro, Ketua Umum Apkrindo, mengatakan sangat sependapat dengan Peter Shearer.
Bahkan dia mengakui kolaborasi ini bukan sekadar program jangka pendek, tetapi langkah konkret untuk membangun ekosistem kuliner yang lebih kuat di Jawa Timur.
"Dengan dukungan dari Wahyoo Group dan pemanfaatan teknologi, kami berharap para pengusaha kuliner dapat lebih berdaya saing dan mampu bertahan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan," tegas Ferry.
Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Wahyoo Group dan Apkrindo, yang diwakili oleh Peter Shearer (Founder & CEO Wahyoo Group), Ferry Setiawan Hendro Ciputro (Ketua Umum Apkrindo), dan Unggul Turno Riady (Bendahara Umum).
Sejumlah pengusaha UMKM kuliner anggota Apkrindo yang mengikuti acara tersebut mengakui senang mendapat ilmu dan strategi baru agar mampu bertahan di sektor industri ini.
Alasannya, karena tantangan industri kuliner di Jawa Timur, khususnya Surabaya, memang dirasakan sangat ketat sekali.
Karena itu mereka menilai kolaborasi ini didasari oleh kondisi ekonomi yang kurang kondusif, yang berdampak pada sektor kuliner di Jawa Timur, adalah sangat penting.
Sementara menurut laporan Katadata Insight Center 2023 dan SMESCO, sekitar 63,9% pelaku UMKM kuliner di Indonesia mengalami penurunan pendapatan lebih dari 30%, akibat tingginya persaingan dan perubahan pola konsumsi.
Untuk di Jawa Timur, khususnya Surabaya, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha meliputi:
-Persaingan ketat dengan banyaknya restoran baru yang bermunculan. Keterbatasan modal untuk ekspansi atau inovasi produk.
-Kurangnya akses pemasaran digital yang dapat meningkatkan visibilitas usaha.
"Dengan adanya inisiatif ini, Wahyoo Group dan Apkrindo berharap dapat menjadi angin segar bagi industri kuliner Jawa Timur, memberikan solusi konkret agar para pelaku usaha dapat bertahan, berkembang, dan semakin kompetitif," tutur Ferry saat menutup sesi wawancara dengan pers. (ard)