Sekar Laut Optimis Ekspor Tumbuh 20% di Tengah Pasar Global yang Kian Memanas

PERLUAS TUJUAN EKSPOR: Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal (tengah), saat Paparan Publik, usai RUPS Tahunan Perseroan di Surabaya, Rabu (23/4/2025), mengatakan akan terus memperluas negara tujuan ekspor tujuan Eropa dan Asia. (dok/ds)

KANALSATU -  PT Sekar Laut Tbk. optimistis kinerja penjualan (termasuk ekspor) naik 10%-20% pada tahun 2025 ini, meski tekanan pasar global kian tidak menentu.

Seperti diketahui, belakangan ini tekanan pasar global, akibat tekanan kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS), telah membuat memanasnya perang dagang di pasar internasional. 

Namun menurut Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal, kebijakan tarif dagang oleh pemerintah AS tidak memengaruhi kinerja emiten industri makanan olahan dengan brand  "Finna" ini. 

Alasannya, selain pasar produknya yang masih didominasi oleh pasar domestik, negara tujuan ekspor perseroan lebih banyak di Eropa dan Asia.

"Kondisi tekanan ekonomi global justru menjadi peluang bagi perseroan untuk memaksimalkan pasar domestik, selain juga memperluas negara tujuan ekspor seperti ke Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara baru lainnya," ujanya saat paparan publik, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan di Surabaya, Rabu (23/4/2025).

Selama ini, lanjut John, kontribusi penjualan ekspor perseroan sebesar 25%-30% yang tersebar di 38 negara, di mana negara terbesar tujuan ekspor adalah Belanda, Inggris, Jerman, dan sejumlah negara di Asia. 

Dengan peluang dan strategi untuk perluasan pasar, pihaknya optimis penjualan ekspor tahun ini bisa tumbuh 10%-20% dibanding tahun 2024.

Keyakinan itu didasari oleh kinerja perseroan di kuartal I-2025 lalu, di tengah tekanan pasar global serta pelemahan daya beli masyarakat, namun penjualan baik domestik maupun ekspor masih positif.

"Kami bersyukur bahwa inovasi yang dilakukan perseroan dan makin dikenalnya produk kami di pasar, baik ritel maupun industri seperti horeca dan katering, membuat penjualan perseroan tumbuh positif di tahun 2024, dan kami optimis kondisi ini akan berlanjut di tahun ini," ujar John.

Sementara itu Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang, menambahkan sepanjang tahun 2024, di tengah tekanan ekonomi global dan nasional, kinerja perseroan tetap positif.

Pendapatan perseroan di 2024 mencapai Rp2,293 triliun, atau naik 28% dibanding pendapatan perseroan di 2023 yang sebesar Rp1,794 triliun.

Sementara laba bersih perseroan di tahun buku 2024 mencapai Rp119 miliar, atau naik 53% dibandingkan laba bersih dibukuka  pada 2023 yang sebesar Rp78 miliar.

"Di tengah banyaknya tantangan di tahun 2024, mulai dari gejolak geopolitik, pelemahan daya beli masyarakat, serta ketatnya persaingan antar produk yang sama, kami bersyukur bahwa perseroan tetap fokus pada penyebaran luas area pemasaran dalam dan luar pulau Jawa dan perluasan pangsa ekspor, sehingga mampu mencapai kinerja positif," papar Jimmy.

Di tahun 2025, lanjut dia, meski perekonomian global masih bergejolak dengan memanasnya perang dagang, perseroan mengimbanginya dengan inovasi yang berkelanjutan, mulai dari pengembangan produk sampai ke pemasarannya. 

Perseroan juga harus berjalan secara dinamis dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, tentunya disertai dengan pengetahuan akan kondisi pasar dan kemampuan untuk menangkap peluang yang baru.

"Perseroan juga akan terus mengeluarkan produk baru yang higienis dan diminati masyarakat, tanpa menurunkan mutu dan kualitas produk yang sudah diproduksi. Dengan begitu, pola hidup masyarakat akan lebih terarah untuk menggunakan produk yang sehat dan praktis," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga akan terus menjaga rantai distribusi, dimana di tahun 2025 ini, akan menambah pengadaan gudang dan depo khususnya di wilayah Indonesia Timur, seperti Palu, Kendari, Kupang, dan Bali. 

"Untuk kebutuhan tersebut, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp40 miliar termasuk untuk penambahan mesin produksi," tandas Jimmy.

Saat ini, menurut dia kapasitas produksi PT Sekar Laut Tbk sebesar 48.000 ton per tahun, dengan rician produksi sambal sebesar 25.000 ton, produksi kerupuk sebesar 18.000 ton, dan sisanya produk lain seperti roti, aneka bumbu, dan sebagainya.

Sementara dalam RUPS Tahunan tersebut, selain menyepakati perubahan susunan direksi dan komisaris, juga disepakati pembagian dividen bagi pemegang saham sebesar Rp9 per saham, atau total 50% dari laba bersih perseroan tahun 2024. (ard)

Komentar