Kejar Produksi 27.000 MT, Suparma Beli Paper Machine Baru Senilai U$21,4 Juta

RENCANA PM 11: Direksi PT Suparma Tbk dan rekanan saat melihat operasional steam boiler baru, terkait dengan akan ada penambahan PM 11 sebagai mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi 27.000 MT. (dik/sup)

KANALSATU - PT Suparma Tbk (produsen kertas ternama nasional) telah menandatangani kontrak pembelian Paper Machine (PM) dengan supplier mesin kertas dari Finlandia.

Langkah strategis itu telah dilakukan pada 6 Februari 2025, dengan total investasi mencapai EUR6,35 juta, atau setara dengan U$21,4 juta.

Mesin utama yang kemudian dinamai PM 11 itu ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas terpasang hingga 27.000 MT.

Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, mengatakan pada tahun 2023, perseroannya menganggarkan belanja modal setara dengan U$10 juta untuk proyek investasi steam boiler baru. 

Hingga akhir tahun 2024, lanjutnya, jumlah realisasi anggaran steam boiler yang baru, mencapai Rp129,5 miliar atau setara U$8,2 juta. 

Suparma menggunakan internal kasnya untuk mendanai keseluruhan proyek tersebut (self financing). Steam boiler ini telah berproduksi komersial pada Januari 2025.

"Steam boiler yang baru akan lebih ramah lingkungan karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara sebesar ±22% atau sekitar 58% lebih rendah dibandingkan steam boiler yang sudah ada, serta sisanya akan memanfaatkan ±60% sludge dan ±18% limbah plastik dan limbah kayu untuk diubah menjadi energi panas," jelas Hendro.

Dia menjelaskan hal tersebut usai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, di Surabaya, Selasa (10/6/2025).

Sedangkan pada tahun 2024, Hendro menjelaskan Suparma menganggarkan belanja modal setara U$21,4 juta untuk proyek investasi PM 11. 

Anggaran tersebut diakui sudah mencakup mesin kertas utama beserta perlengkapannya, suku cadang, bangunan dan prasarananya. 

"PM 11 tersebut kami harapkan dapat meningkatkan kapasitas terpasang sebesar 27.000 MT," jelas Hendro.

Realisasi pembelian PM11 itu, diakui telah dilakukan pada Februari lalu, tepatnya 6 Februari 2025.

"Saat itu Suparma telah menandatangani kontrak pembelian mesin utama PM 11 dengan suppliermesin kertas dari Finlandia," tutur Hendro.

Disinggung sumber dana untuk investasi pembelian PM 11 yang mencapai U$21,4 juta itu, Direktur PT Suparma Tbk ini menjelaskan akan diperoleh dari dua sumber pendanaan.

Kedua sumber pendanaan itu adalah:

-PT Suparma Tbk berencana menggunakan internal kas sebesar U$5 juta untuk mendanai proyek tersebut
-Sedangkan sisanya sebesar U$16,4 juta akan didanai oleh bank rekanan Suparma dalam bentuk fasilitas kredit investasi.

"Itu sumber dana untuk investasi pembelian PM 11 yang mencapai U$21,4 juta itu. Jadi secara keseluruhan sudah tidak ada masalah," tegas Hendro. (ard)

Komentar