Indonesia Gabung Board of Peace, Tegaskan Peran Aktif Wujudkan Perdamaian Gaza

KANALSATU — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuat dalam mendorong perdamaian Palestina, khususnya Gaza, melalui keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan BoP Charter oleh Presiden Prabowo Subianto di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan kelanjutan dari proses diplomasi panjang yang melibatkan negara-negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk mendorong perdamaian permanen di Palestina.
“Penandatanganan Charter Board of Peace ini bagian dari upaya bersama untuk menyelesaikan konflik dan mengawal stabilisasi serta rehabilitasi pascakonflik di Gaza,” ujar Menlu Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Board of Peace merupakan badan internasional yang kini resmi beroperasi untuk memonitor administrasi, stabilisasi keamanan, dan rekonstruksi Gaza.
Badan ini diinisiasi sebagai bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025).
Menlu menegaskan, Indonesia memandang penting bergabung dalam BoP karena konsistensinya dalam memperjuangkan perdamaian dan stabilitas internasional, terutama bagi rakyat Palestina.
Keputusan tersebut diambil Presiden Prabowo setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis serta melalui konsultasi intensif dengan negara-negara Group of New York.
“Indonesia harus berada di dalam Board of Peace agar dapat memastikan proses perdamaian tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” tegas Menlu.
Menlu Sugiono menambahkan, Board of Peace tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melainkan melengkapi upaya internasional dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Langkah ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting diplomasi global, konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di tingkat internasional.
Presiden Prabowo menyebut penandatanganan BoP Charter sebagai momentum bersejarah. “Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Presiden usai penandatanganan.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza yang mulai membaik seiring derasnya bantuan internasional. “Penderitaan rakyat Gaza sudah sangat berkurang, dan Indonesia siap ikut serta secara aktif,” tegasnya.
Sejumlah negara yang turut bergabung dalam BoP antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, dan Indonesia. Kehadiran negara-negara ini diharapkan menjadi penyeimbang moral dan politik dalam mengawal proses transisi Gaza.
(KS-9)