TPS Luncurkan MSA Berbasis AI, Pangkas Downtime dan Tingkatkan Efisiensi Operasional

KANALSATU - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat transformasi digital dengan meluncurkan Mechanic Smart Assistant (MSA), platform berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses diagnosis gangguan peralatan terminal.
MSA dikembangkan untuk membantu mekanik dalam membaca dan menganalisis fault code maupun event code pada peralatan utama seperti Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), dan Mechanical Equipment (ME).
Kehadiran sistem ini menjadi solusi atas tantangan lamanya proses identifikasi gangguan yang selama ini bergantung pada manual book dan basis data terpisah.
Sebelum MSA diterapkan, mekanik membutuhkan waktu sekitar 30–60 menit untuk menelusuri satu kode gangguan. Kondisi tersebut memicu inefisiensi hingga 6,45 jam per bulan, dengan potensi kerugian operasional yang ditaksir mencapai Rp354,6 juta per tahun. Melalui MSA, waktu diagnosis kini dapat dipangkas menjadi kurang dari dua menit.
Leader Shift Group D RTG TPS, Sukarsono, menyebut MSA sangat membantu mekanik dalam bekerja di lapangan. “MSA membuat pencarian arti kode gangguan jauh lebih cepat dan praktis,” ujarnya.
Selain meningkatkan kecepatan perbaikan, MSA juga mempercepat proses pembelajaran mekanik. Sistem yang sebelumnya memerlukan waktu adaptasi lebih dari enam bulan, kini dapat dipelajari dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan generasi mekanik muda yang lebih familiar dengan teknologi digital.
MSA dirancang sebagai bagian dari penguatan Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance TPS. Pengembangannya menggunakan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk meminimalkan kesalahan interpretasi data serta memastikan akurasi solusi teknis.
Inovasi ini bahkan berhasil masuk The Best Six Innovation SPTP Group dari total 30 nominasi.
Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menegaskan bahwa MSA menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keandalan operasional terminal.
“Dengan MSA, proses diagnosis yang sebelumnya memakan waktu hingga satu jam kini bisa dilakukan dalam hitungan menit. Efisiensinya sangat signifikan bagi kelancaran operasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, MSA juga mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. TPS optimistis inovasi ini dapat direplikasi di unit lain dalam Pelindo Group, sekaligus membuka peluang komersialisasi ke depan.
Melalui peluncuran MSA, TPS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi digital yang berdampak langsung pada produktivitas, keselamatan kerja, dan daya saing layanan logistik nasional.
(KS-5)