Berawal dari Dapur Rumah, Nur Rahmawati Sukses Besarkan Salad Buah Rahma hingga Bercabang Lima

KANALSATU - Kesuksesan usaha kerap lahir dari proses panjang yang dijalani dengan ketekunan dan kemauan belajar. Itulah yang dialami Nur Rahmawati, pendiri Salad Buah Rahma (SBR). 

Ia berhasil membesarkan bisnis kuliner dari skala rumahan menjadi usaha dengan lima cabang dan puluhan karyawan. Perjalanan Rahma menjadi bukti bahwa konsistensi kualitas dan pemanfaatan media sosial mampu menjadi mesin pertumbuhan usaha.

Rahma memulai Salad Buah Rahma pada 2017, namun semangat wirausahanya tumbuh jauh sebelum itu. Ia sempat mencoba peruntungan di bisnis fashion hingga kuliner, meski harus menghadapi kegagalan. 

Alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru membentuk pola pikirnya dalam membangun usaha yang lebih matang. “Setiap kegagalan memberi pelajaran. Dari situ saya tahu apa yang perlu diperbaiki dan tidak diulang,” kata Rahma.

Inspirasi membangun SBR berangkat dari kebiasaan sederhana menyajikan buah untuk keluarga. Dari dapur rumah, Rahma mulai menjual salad buah dengan modal terbatas. 

Tahun pertama menjadi fase terberat, karena ia harus memperkenalkan produk dari mulut ke mulut, membagikan tester kepada teman, kerabat, hingga tetangga untuk mendapat masukan soal rasa.

Langkah Rahma mulai menemukan momentum ketika ia memanfaatkan media sosial sebagai etalase utama. Melalui Instagram, ia menonjolkan visual produk yang segar dan menggugah selera. Strategi ini terbukti efektif menarik perhatian konsumen di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner.

“Di media sosial, visual adalah pintu pertama. Kalau tampilannya menarik, orang akan penasaran mencoba,” ujarnya.

Perkembangan bisnis SBR semakin terasa saat pandemi. Ketika mobilitas terbatas, penjualan online justru melonjak dan menjadi penopang utama usaha. Rahma tak hanya fokus promosi, tetapi juga membangun hubungan personal dengan pelanggan dengan membalas pesan dan menampung masukan secara langsung.

Meski mengandalkan media sosial, Rahma menegaskan kualitas produk tetap menjadi fondasi utama. Menurutnya, tampilan menarik harus diimbangi rasa yang konsisten agar pelanggan kembali membeli.
“Kalau rasanya tidak memuaskan, pelanggan tidak akan datang lagi. Kualitas itu kunci,” tegasnya.

Seiring pertumbuhan usaha, Rahma mulai membenahi manajemen dan sistem kerja. Dari awalnya hanya dibantu satu orang, kini SBR telah memberdayakan hampir 30 karyawan dari lingkungan sekitar. 

Omzet usaha tercatat tumbuh hampir 20 persen setiap tahun, dengan lima cabang yang telah beroperasi.

Inovasi produk juga terus dilakukan. Selain salad buah, SBR kini menghadirkan puding, manisan, dan berbagai olahan buah lainnya, menyesuaikan tren dan permintaan pasar.

Ke depan, Rahma menargetkan pengembangan usaha yang berkelanjutan melalui perluasan cabang, penguatan manajemen, dan konsistensi kualitas. “Saya ingin bisnis ini terus tumbuh, membuka lapangan kerja, dan setiap pelanggan merasa puas dengan produk kami,” tutupnya.
(KS-5)

Komentar