Khofifah–Emil Tancap Gas Perkuat SDM dan Ekonomi Inklusif Jawa Timur
Setahun Dilantik Presiden Prabowo

Kegiatan santunan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/2/2026) menjadi bagian dari peringatan satu tahun kepemimpinan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur
KANALSATU — Genap satu tahun dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak di Jawa Timur memasuki fase konsolidasi dan akselerasi. Selama 12 bulan pertama periode 2025–2030, Pemprov Jatim menegaskan fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan penurunan kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Khofifah menegaskan, evaluasi satu tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan cerminan kerja nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, agenda peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan pemerataan infrastruktur agar daya saing daerah menguat dan ketimpangan menyempit.
“Harapannya kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terus membaik, kemiskinan menurun, serta pertumbuhan ekonomi makin kuat,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua, Pemprov Jatim menyiapkan langkah-langkah adaptif menghadapi dinamika nasional dan global. Sinergi lintas sektor—pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat—terus diperluas agar program prioritas berjalan efektif.
Khofifah menilai kolaborasi menjadi kunci menjaga laju pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya merata. “Sinergi di level lokal hingga global akan terus dimaksimalkan demi kemajuan dan kemakmuran Jawa Timur,” katanya.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menambahkan, selama setahun terakhir Jawa Timur mampu merespons perubahan kebijakan nasional secara progresif tanpa mengendurkan program daerah.
Ia menilai Khofifah memainkan peran strategis dalam menyukseskan agenda prioritas nasional, termasuk Asta Cita, sambil menjaga kesinambungan program Pemprov yang menjadi harapan publik. “Ibu Gubernur menjalankan peran ganda—mengoptimalkan program pusat sekaligus melanjutkan agenda daerah,” ujar Emil.
Sejumlah capaian turut disorot Emil, antara lain percepatan penuntasan distribusi ijazah di lingkungan pendidikan serta perluasan koridor Bus Trans Jatim di berbagai wilayah sebagai bagian penguatan konektivitas dan layanan publik.
Ia optimistis, dengan kepemimpinan yang konsisten dan kolaboratif, Jawa Timur akan melaju lebih cepat. “Kami optimistis Jawa Timur makin maju,” tegasnya.
Menutup rangkaian refleksi setahun kepemimpinan, Khofifah juga memanjatkan doa agar Jawa Timur senantiasa dilimpahi keselamatan dan keberkahan, terlebih momentum tersebut bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan. Ia berharap setiap ikhtiar pembangunan membawa manfaat dan pahala bagi semua pihak.
Di bagian akhir kegiatan peringatan setahun kepemimpinan yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Pemprov Jatim menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 60 anak yatim serta paket sembako kepada 40 pengemudi ojek online, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas. (Ks-9)