Sambut Imlek dan Ramadan 1447 H, Pertamina Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim

KANALSATU  — Menyambut libur panjang Imlek sekaligus awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Jawa Timur dalam kondisi aman. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat, Pertamina menambah lebih dari 1 juta tabung LPG 3 kilogram melalui penyaluran fakultatif di seluruh wilayah Jatim.

Libur panjang Imlek berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu (14/2) hingga Selasa (17/2/2026), bertepatan dengan persiapan masyarakat menyambut Ramadan. Pada periode ini, kebutuhan energi—terutama LPG untuk aktivitas rumah tangga—diperkirakan meningkat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan stok BBM dan LPG berada pada level aman dan seluruh infrastruktur penyaluran telah disiagakan. Pertamina juga menempatkan petugas standby di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Pada momen dua hari besar ini, LPG menjadi produk dengan permintaan tertinggi. Kami melakukan mitigasi melalui penyaluran fakultatif sebagai tambahan di luar penyaluran reguler, terutama saat libur panjang dan peristiwa khusus seperti Imlek dan Ramadan,” ujar Ahad. 

Untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melakukan build up stock sesuai kebutuhan serta pengecekan sarana-fasilitas SPBU secara intensif, termasuk aspek Quantity and Quality (QQ).

Secara rinci, penyaluran fakultatif LPG yang disiapkan mencapai 1.096.295 tabung, setara lebih dari 68 persen dari rata-rata penyaluran harian di Jawa Timur. Tambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama libur panjang dan awal Ramadan.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. 

“Stok energi aman dan tercukupi. Kami meminta masyarakat tidak panic buying serta membeli secara bijak sesuai kebutuhan,” tegas Ahad. 

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan mewaspadai oknum yang memanfaatkan situasi.

Selain itu, Pertamina kembali menegaskan penggunaan LPG sesuai peruntukan. LPG 3 kg merupakan produk bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, sementara masyarakat mampu diimbau menggunakan LPG non-subsidi seperti Bright Gas.
(KS-5)

Komentar