Kejuaraan Hoki Piala Walikota menuju PORPROV

Atlet Hoki di Kejuaraan Piala Walikota
Turnamen ini tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penjaringan atlet potensial menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, mengapresiasi antusiasme para atlet yang tetap bertanding meski harus bermain di bawah terik matahari. Ia menilai semangat tersebut menjadi bukti komitmen atlet muda Surabaya dalam mengembangkan diri.
“Bahkan main di siang hari, atlet-atlet kita masih mau meluangkan waktu dan tenaga. Mereka juga didukung oleh kepala sekolah untuk berpartisipasi di Piala Wali Kota ini,” ujarnya.
Menurutnya, Piala Wali Kota memiliki peran penting dalam proses seleksi atlet. Ajang ini sekaligus menjadi tahap awal dalam sistem promosi dan degradasi yang akan diterapkan menjelang Porprov.
“Justru dari sini kita bisa menjaring dan menyeleksi atlet. Sebentar lagi kita mulai semuanya, termasuk promosi dan degradasi. Semoga ini bisa dimanfaatkan atlet untuk unjuk kemampuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab FHI Kota Surabaya, Soebakri, menjelaskan bahwa nomor hoki lapangan (field hockey) yang dipertandingkan masih tergolong baru, terutama bagi atlet junior.
“Hoki nomor field ini baru, dan atlet junior juga masih baru semua. Kita ingin memperkenalkan bahwa ini cabang olahraga yang sudah dipertandingkan di level internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, Surabaya memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet hoki berbakat. Pada turnamen kali ini, awalnya tercatat 15 klub, namun karena kendala teknis, hanya 13 tim junior yang dapat berpartisipasi, ditambah kategori open dan alumni.
Ketua Panitia Pelaksana, Dionisius, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu total tim sekitar 25, sementara tahun ini meningkat menjadi sekitar 35 hingga 36 tim dari lingkup Kota Surabaya,” ungkapnya.
Jumlah atlet yang terlibat pun mencapai sekitar 380 orang, belum termasuk official dan orang tua yang turut mendukung jalannya kompetisi.
Ia juga menilai, persaingan tahun ini semakin ketat. Selain meningkatnya jumlah peserta, banyak tim kini mulai menjalani latihan mandiri di luar fasilitas yang disediakan FHI Surabaya.
“Sekarang banyak tim sudah latihan mandiri, tidak hanya menunggu lapangan dari FHI. Bahkan mereka sudah punya tempat latihan di sekolah masing-masing,” katanya.
Dengan tingginya partisipasi dan persaingan yang semakin kompetitif, Piala Wali Kota Surabaya Cabor Hoki diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di level provinsi hingga nasional. (ega)