Belajar Investasi Sambil Ngopi, Program Ngopi Sore Sasar Anak Muda Surabaya

KANALSATU - Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan BRI Danareksa Sekuritas dan Pegadaian menghadirkan konsep edukasi investasi yang lebih santai dan dekat dengan generasi muda melalui program “Ngopi Sore” atau Ngobrol Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana.
Program tersebut digelar rutin setiap Jumat sore di The Gade Coffee and Gold Surabaya, sekaligus menjadi Investor Cafe pertama di Kota Pahlawan.
Kepala Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, mengatakan konsep Ngopi Sore dibuat santai namun tetap serius dalam memberikan edukasi investasi kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan ruang belajar investasi yang lebih fleksibel, nyaman, dan mudah diakses. “Ngobrol di akhir pekan selepas pulang kerja sambil minum kopi, gratis. Di Ngopi Sore ini masyarakat bisa belajar investasi dengan suasana santai,” kata Cita, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan Investor Cafe diharapkan mampu merangkul lebih banyak anak muda agar mulai memahami investasi legal dan terhindar dari praktik investasi ilegal.
Menurut data BEI, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi kedua dengan kasus investasi ilegal terbanyak di Indonesia. Karena itu, edukasi investasi dinilai penting untuk meningkatkan awareness masyarakat, khususnya generasi muda yang kini mendominasi pasar modal.
Cita menyebut jumlah investor pasar modal nasional saat ini telah menembus 5,6 juta investor atau melampaui target awal 5 juta investor pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen berasal dari Jawa Timur.
Sementara itu, Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Taufan Febiola, mengatakan pola edukasi investasi memang harus mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat.
Menurutnya, anak muda saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di coffee shop dibanding ruang formal, sehingga pendekatan edukasi pun harus menyesuaikan. “Kalau di kampus ada galeri investasi dan di sekolah ada galeri edukasi, masyarakat umum juga membutuhkan ruang belajar yang santai dan nyaman seperti coffee shop,” kata Taufan.
Ia menjelaskan, Ngopi Sore terbuka bagi berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, investor pemula hingga trader berpengalaman. Program ini juga menghadirkan sesi konsultasi portofolio setiap Jumat pukul 14.00 WIB, sedangkan sesi edukasi investasi dimulai pukul 16.00 WIB.
Tak hanya belajar saham, masyarakat juga dapat mengenal produk pasar modal lain seperti reksadana, obligasi, hingga gadai efek.
“Kegiatan belajar investasi sambil ngopi gratis ini terbuka untuk semua. Mulai investor pemula sampai trader berpengalaman bisa mendapat market update, konsultasi portofolio, hingga mengenal lebih dalam produk pasar modal,” ujarnya.
Taufan menilai edukasi investasi menjadi penting karena maraknya investasi bodong yang kerap menyasar generasi muda. Menurutnya, dampak investasi ilegal bukan hanya kerugian materi, tetapi juga tekanan psikologis bagi korban.
Ia menyebut investor usia di bawah 30 tahun saat ini mendominasi pasar modal Indonesia dengan porsi lebih dari 50 persen. Di Surabaya sendiri, instrumen investasi yang paling banyak diminati masyarakat adalah reksadana, sementara kalangan anak muda cenderung lebih tertarik pada saham.
Untuk memperkuat literasi investasi, BRI Danareksa Sekuritas juga akan menghadirkan berbagai success story investor agar generasi muda dapat belajar langsung dari pengalaman nyata.
“Nanti kami hadirkan success story supaya anak muda bisa melihat langsung pengalaman investor. Minggu depan juga mulai ada analis yang siap berdiskusi melalui Zoom,” ujarnya.
Taufan menambahkan, edukasi investasi informal seperti Ngopi Sore menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan nasional yang ditargetkan mencapai 97 persen. Karena itu, kolaborasi antara BRI Danareksa Sekuritas, Pegadaian, dan BEI akan terus diperkuat agar akses belajar investasi semakin mudah dijangkau masyarakat.
Vice President Pegadaian Regional Surabaya, Alfafatih Rosada, menambahkan bahwa Pegadaian kini tidak hanya fokus pada layanan gadai, tetapi juga memperluas layanan pembiayaan dan investasi.
Salah satu layanan terbaru yang sedang diperluas adalah gadai efek yang sebelumnya lebih banyak menyasar investor besar di Jakarta.
“Sekarang layanan gadai efek sudah bisa diakses melalui aplikasi dan mulai kami perluas ke masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia juga mengatakan Pegadaian terus memperluas pasar generasi muda melalui konsep The Gade Lounge di sejumlah kampus. Saat ini fasilitas tersebut telah hadir di Malang dan akan dikembangkan ke kampus ITS Surabaya serta Jember.
Menurut Alfafatih, kolaborasi antara lembaga keuangan, pasar modal, dan ruang publik seperti coffee shop menjadi langkah efektif dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat.
“Kalau kerja sama seperti ini mendapat respons positif, tentu akan terus kami lanjutkan dengan kegiatan yang lebih luas,” pungkasnya. (KS-5)