Penipuan Online Rugikan Asia Tenggara Rp387 Triliun, ASEAN Foundation dan Google Luncurkan Scam Ready ASEAN

KANALSATU - ASEAN Foundation bersama Google meluncurkan program Scam Ready ASEAN untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat Asia Tenggara di tengah maraknya kasus penipuan online yang merugikan kawasan hingga USD 23,6 miliar atau sekitar Rp387 triliun dalam setahun terakhir.
Program regional tersebut diluncurkan di Jakarta, Selasa (13/5/2026), dengan dukungan pendanaan sebesar USD 5 juta dari Google.org. Inisiatif ini ditargetkan menjangkau 3 juta masyarakat di 11 negara ASEAN melalui edukasi dan penguatan literasi digital.
Di Indonesia, kasus penipuan online juga menunjukkan tren mengkhawatirkan. Data Otoritas Jasa Keuangan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 411 ribu laporan penipuan online sepanjang 2025 dengan estimasi kerugian mencapai USD 550 juta atau sekitar Rp9 triliun.
Modus penipuan yang paling banyak dilaporkan meliputi phishing, rekayasa sosial, impersonation, penipuan investasi online, hingga penipuan pembayaran berbasis QR. Kejahatan digital tersebut kini semakin kompleks seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI), pembayaran digital, dan penggunaan media sosial.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, mengatakan penipuan digital kini bukan lagi masalah individual, melainkan ancaman bersama yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap ruang digital.
“Scam Ready ASEAN hadir untuk mengubah pendekatan kita, dari sekadar bereaksi terhadap penipuan menjadi lebih siap mencegah dan menghadapinya,” ujar Piti.
Program Scam Ready ASEAN menggunakan model Train-the-Trainer dengan melibatkan 2.000 Master Trainer dari 20 organisasi lokal di Asia Tenggara. Melalui pendekatan ini, edukasi digital diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat rentan yang selama ini sulit tersentuh program literasi digital konvensional.
Sekitar 550 ribu penerima manfaat akan mendapatkan modul edukasi terstruktur dan alat interaktif, termasuk game edukasi Be Scam Ready, guna meningkatkan kemampuan mengenali modus penipuan online.
Selain edukasi masyarakat, program ini juga diperkuat melalui enam dialog kebijakan nasional dan tiga dialog regional untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan penipuan digital.
Vice President Asia Tenggara Google, Sapna Chadha, menegaskan pertumbuhan ekonomi digital harus dibangun di atas fondasi kepercayaan dan keamanan pengguna. “Untuk tetap selangkah lebih maju dari pelaku kejahatan digital, kami terus meningkatkan keamanan platform sekaligus mendukung inisiatif seperti Scam Ready ASEAN agar masyarakat lebih terlindungi saat beraktivitas online,” katanya.
Di tingkat regional, ASEAN sebelumnya juga membentuk ASEAN Anti-Scam Working Group dalam Pertemuan Menteri Digital ASEAN 2024 guna memperkuat kolaborasi antarnegara dalam memerangi penipuan online.
(KS-5)