Tak Hanya Garap Pasar Lokal, Ciputra Golf Surabaya Perluas Jaringan Internasional
Siapkan Akademi Golf Anak

KANALSATU – Ciputra Golf Surabaya memperkuat posisinya sebagai salah satu lapangan golf terbesar di Jawa Timur dengan memperluas kerja sama internasional.
General Manager Ciputra Golf, Akh Yafiz Syahril Karomy, Ciputra Golf mulai mengakselerasi strategi pengembangan pasar, baik dari sisi wisata golf internasional maupun pembinaan calon pegolf generasi muda.
Salah satu fokus utama tahun 2026 adalah memperluas jaringan kerja sama dengan lapangan golf luar negeri. "Saat ini Ciputra Golf telah menjalin kerja sama resiprokal dengan sejumlah lapangan golf di Singapura dan tengah memperluas kolaborasi dengan beberapa golf course di Jepang," ujar Yafiz.
Selain itu, Ciputra Golf juga aktif mempromosikan destinasi golf Jawa Timur ke pasar internasional. Bersama Kementerian Pariwisata, manajemen turut mengikuti promosi golf ke Korea Selatan guna menarik lebih banyak wisatawan golf mancanegara.
"Kami melihat potensi golfer asing masih sangat besar. Saat ini kontribusi pemain luar negeri sekitar 10-15 persen dan ke depan kami ingin terus meningkatkannya, termasuk dari Jepang, Korea, Singapura, dan Malaysia," kata Yafiz.
Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tren sport tourism dan golf tourism yang mulai berkembang di Indonesia. Dengan fasilitas 27 hole berstandar internasional, Ciputra Golf berupaya menjadi salah satu destinasi pilihan bagi wisatawan golf di kawasan Asia.
Selain membidik pasar internasional, Ciputra Golf juga fokus memperluas basis pemain golf usia muda. Untuk mendukung regenerasi pegolf, manajemen menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Surabaya seperti Universitas Ciputra, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Surabaya (Ubaya).
Menurut Yafiz, selama ini golf masih identik dengan kalangan tertentu. Padahal, minat generasi muda terhadap olahraga tersebut terus meningkat.
Hal itu terlihat dari aktivitas driving range Ciputra Golf yang kini didominasi anak muda dengan kontribusi mencapai 70-80 persen dari total pengguna.
"Kami ingin membuka akses yang lebih luas agar mahasiswa dan generasi muda bisa mengenal golf lebih dekat. Regenerasi menjadi sangat penting untuk masa depan olahraga ini," ujarnya.
Sebagai bagian dari program tersebut, Ciputra Golf juga menyiapkan peluncuran Golf Academy yang ditargetkan beroperasi pada semester kedua tahun ini.
Akademi tersebut akan difokuskan untuk pembinaan anak-anak dan pemula, sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang mencetak pegolf baru dari Jawa Timur. Pengembangan akademi dibarengi renovasi fasilitas driving range yang saat ini hampir rampung.
Di sisi lain, Ciputra Golf juga menjalankan transformasi menjadi destinasi gaya hidup atau lifestyle destination yang tidak hanya menyasar komunitas pegolf.
Berbagai pembaruan dilakukan mulai dari renovasi clubhouse, peningkatan fasilitas premium, digitalisasi layanan, hingga pengembangan konsep baru Restoran Palimanan yang kini menyasar keluarga dan anak muda.
Layanan digital juga diperkuat melalui sistem booking online, integrasi aplikasi pencatatan skor digital, hingga penggunaan smart card untuk seluruh aktivitas golfer.
Menurut Yafiz, kualitas lapangan dan pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Saat ini green speed lapangan berada di level 10,5 dan dapat mencapai 10,8 hingga 11 saat akhir pekan, standar yang banyak digunakan lapangan golf premium.
Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Di tengah kondisi pasar yang relatif melambat pada April-Mei 2026, Ciputra Golf justru mencatat pertumbuhan jumlah permainan (round) lebih dari 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian tersebut menjadikan Ciputra Golf sebagai lapangan dengan jumlah round tertinggi di Jawa Timur selama periode tersebut. Manajemen menargetkan total 48.000 hingga 50.000 round hingga akhir tahun 2026.
Yafiz berharap berbagai inovasi yang dilakukan dapat semakin memperkuat posisi Ciputra Golf sebagai destinasi golf unggulan di Indonesia sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pegolf nasional.
"Target kami bukan hanya mempertahankan Ciputra Golf sebagai lapangan dengan jumlah round terbesar di Jawa Timur, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan golf yang mampu menarik pemain lokal, internasional, dan generasi muda secara berkelanjutan," pungkasnya. (KS-5)