Siantar Top Panetrasi Ekspor ke Kanada dan Amerika

KANALSATU - PT Siantar Top Tbk jakan memperkuat penetrasi pasar Kanada dan Amerika, menyusul kebersilan menembus ekspor produk sudah mencapai 20% dari total penjualan hingga Mei 2026.
Armin, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, mengatakan saat ini fokus akan memperbesar porsi penjualan untuk pasar ekspor.
Alasannya, hasil penjualan ekspot perusahaan kini semakin besar dan dimungkin akan terus meningkat.
Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan per Mei 2026 lalu, komposisi ekspor telah mencapai angka 20% dari total penjualan.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu (2025) yang berada di kisaran 18,9%.
"Pertumbuhan pasar internasional ini tercatat mencapai angka dua digit.
Wilayah Asia dan Timur Tengah masih menjadi pasar ekspor utama yang terus diperkuat," katanya usai public expose Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Surabaya, Jumat (5/6/2026).
Armin juga menjelaskan, meski pasar Timur Tengah sempat terganggu oleh kendala pengiriman (shipment) akibat konflik geopolitik, namun perseroan telah memiliki strategi mitigasi yang matang.
Tantangan di Timur Tengah diakui mencakup keterbatasan kapal (vessel) dan rute pengiriman yang harus memutar melalui Afrika, yang berdampak pada kenaikan biaya angkut (freight cost).
Namun, perusahaan terus memberikan dukungan kepada para distributor di sana agar bisnis tetap berjalan.
"Kami bekerja sama dengan distributor untuk mengantisipasi stok. Saat kapal tersedia, mereka akan mengimpor dalam jumlah lebih besar agar tidak terjadi kekosongan barang di pasar jika terjadi hambatan pengiriman berikutnya," jelasnya.
Selain pasar utama Timur Tengah, PT Siantar Top Tbk juga mulai memperkuat penetrasi di pasar Kanada dan Amerika Serikat.
Alasannya, karena perseroan melihat potensi besar di wilayah tersebut, sekaligus untuk menyokong target pertumbuhan jangka panjang.
"Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi modal berharga bagi manajemen dalam menavigasi krisis saat ini."
"Perseroan merasa sudah teruji menghadapi lonjakan biaya logistik dan ketidakpastian global yang serupa pada masa pandemi lalu," paparnya.
Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk, menambahkan, sebenarnya sejauh ini manajemen menyatakan bahwa margin dalam posisi aman.
"Meski keuntungan perusahaan masih berada dalam kategori aman, namun strategi diversifikasi pasar dan efisiensi internal perlu yerus dilakukan."
"Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah depresiasi rupiah," katanya.
Untuk pasar domistik, lanjut Suwanto, dilakukan dengan strategi pemerataan produk.
Caranya dilakukan melalui pembangunan jaringan depo di berbagai wilayah.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak efisien dalam jalur distribusi sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke pelosok. (ard)