Dentaland Buka Klinik Baru, Dokter Soroti Bahaya Infeksi Gigi terhadap Kesehatan Tubuh

(Kiri-kanan) drg. Handy WH, Sp.KGA, drg Irene Adelia, Sp.Perio, drg. Tri Soehartini, Sp.KGA saat pembukaan Dentaland Margorejo, Senin (8/6/2026).

KANALSATU – Sakit gigi masih sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Banyak orang memilih menahan rasa nyeri atau mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa memeriksakan diri ke dokter. Padahal, infeksi pada gigi dan gusi yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih serius, bahkan berpotensi menyebar ke organ tubuh lain.

Dokter Kepala Dentaland, drg. Irene Adelia, Sp.Perio, mengatakan kesehatan gigi dan mulut memiliki hubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, infeksi yang terjadi di rongga mulut tidak boleh dianggap sebagai masalah lokal semata.

"Infeksi pada gigi dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah, termasuk berisiko memengaruhi kesehatan jantung. Karena itu sakit gigi bukan kondisi yang normal dan tidak boleh disepelekan," ujar Irene saat pembukaan Dentaland Margorejo, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar kasus yang ditemui berawal dari masalah sederhana seperti gigi berlubang atau gusi berdarah. Namun ketika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.

Selain menyebabkan abses atau pembengkakan, infeksi gigi juga dapat mengganggu fungsi mengunyah, memicu gangguan tidur, hingga menyebabkan kehilangan gigi permanen. Dampak tersebut pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang.

"Kami masih sering menemukan pasien yang datang ketika kondisinya sudah cukup parah. Padahal sebagian besar masalah gigi sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin dan perawatan sejak dini," katanya.

Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut. Salah satunya adalah diabetes. Irene menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan gusi dan kerusakan jaringan penyangga gigi.

"Pasien dengan diabetes sering kali lebih rentan mengalami masalah gusi. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat menyebabkan gigi menjadi goyang bahkan tanggal," jelasnya.

Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Tri Soehartini, Sp.KGA, menambahkan bahwa kesehatan gigi tidak bisa dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum. Berbagai penyakit dapat diperburuk oleh infeksi kronis yang berasal dari rongga mulut.

"Kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Banyak penyakit berbahaya yang berkaitan dengan infeksi pada gigi dan mulut," ujarnya.

Persoalan kesehatan gigi juga menjadi perhatian serius pada anak-anak. drg. Handy WH, Sp.KGA, mengatakan gigi berlubang bukan hanya menimbulkan rasa sakit, tetapi juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.

Menurutnya, anak yang mengalami sakit gigi biasanya kesulitan mengunyah makanan sehingga asupan nutrisinya berkurang. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.

Selain itu, rasa nyeri yang terus-menerus juga dapat mengganggu kualitas tidur. Padahal tidur yang cukup sangat penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan otak anak. "Kami sering menjumpai anak menjadi kurang aktif, sulit berkonsentrasi saat belajar, lebih mudah rewel, bahkan prestasi akademiknya menurun karena masalah kesehatan gigi yang tidak ditangani," kata Handy.

Sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi dan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat, Dentaland baru saja membuka cabang keenamnya di kawasan Surabaya Timur. Kehadiran klinik baru tersebut melengkapi jaringan layanan Dentaland yang telah tersebar di Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Timur, serta Bali.

Mengusung tema A New Home for Every Smile, Dentaland berharap dapat semakin mendekatkan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa merawat gigi bukan hanya untuk menjaga senyum tetap indah, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup dalam jangka panjang," pungkas Irene. (KS-5)

Komentar