PLN Jatim Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik dan Layanan Beyond kWh

KANALSATU - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meluncurkan program Coreboost 2.0 atau Collaborative Revenue Boost sebagai strategi memperkuat bisnis kelistrikan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur.
Program tersebut menjadi langkah PLN dalam memperluas layanan beyond kWh melalui kolaborasi lintas sektor, mulai perbankan, industri otomotif, investor SPKLU, hingga mitra strategis PLN Group.
Peluncuran Coreboost 2.0 digelar di Surabaya, Minggu (25/5/2026), dan dihadiri jajaran direksi PLN, sektor perbankan, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan listrik, asosiasi ketenagalistrikan, hingga investor stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Momentum tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN dengan sektor perbankan dan industri otomotif untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Jawa Timur.
Direktur Legal & Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengapresiasi langkah PLN UID Jawa Timur dalam membangun kolaborasi strategis lintas sektor melalui Coreboost 2.0.
Menurutnya, sinergi antara PLN Group, sektor perbankan, industri otomotif, dan berbagai stakeholder menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi bisnis energi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
“Saya mengapresiasi langkah PLN UID Jawa Timur yang mampu menghadirkan sinergi nyata antara PLN Group, sektor perbankan, industri otomotif, hingga stakeholder strategis lainnya,” ujar Yusuf.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan Coreboost 2.0 menjadi tonggak penguatan sinergi PLN Group bersama mitra strategis untuk menghadirkan layanan energi yang lebih inovatif dan terintegrasi. “PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra solusi energi dan bisnis,” katanya.
Melalui program ini, PLN mengembangkan berbagai layanan Integrated Business Solution yang mencakup penjualan tenaga listrik, layanan beyond kWh, energi hijau, digital connectivity, optimalisasi aset, efisiensi operasional, hingga percepatan ekosistem kendaraan listrik.
Strategi tersebut diperkuat melalui pendekatan Priority Account Executive, digitalisasi layanan, serta monitoring berbasis Customer Relationship Management (CRM).
Sejumlah institusi perbankan yang terlibat dalam kolaborasi ini di antaranya Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan KB Bukopin.
Sementara dari industri otomotif, dukungan datang dari Hyundai Motor Company, BYD, Wuling Motors, hingga Indomobil Group.
PLN mencatat hingga akhir 2025 populasi kendaraan listrik di Jawa Timur mencapai sekitar 24.500 unit. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, PLN UID Jawa Timur telah menyediakan 302 unit SPKLU yang tersebar di 162 lokasi strategis.
Selain fokus pada kendaraan listrik, Coreboost 2.0 juga membuka peluang pengembangan bisnis energi hijau lainnya seperti Renewable Energy Certificate (REC), rooftop solar PV, engineering services, energy management, internet connectivity, hingga asset management untuk sektor industri dan bisnis.
PLN UID Jawa Timur optimistis program ini mampu mempercepat pertumbuhan bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PLN sebagai penyedia solusi energi terintegrasi di era transisi energi nasional.
“Kolaborasi menjadi kunci utama menghadapi masa depan energi. Dengan sinergi yang kuat, PLN Group Jawa Timur siap mempercepat transisi energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Ahmad Mustaqir.
(KS-5)