Sutarman, selalu gantikan Timur Pradopo

Komisaris Jenderal Polisi Drs Sutarman

(WIN): Ada yang unik dalam perjalan karir dari Komisaris Jenderal Polisi Drs Sutarman. Jenderal bintang tiga  yang lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) ini sebelumnya sudah dua kali menggantikan Timur Pradopo dalam menjabat. Tepatnya saat menggantikan posisi Timur sebagai Polda Jabar dan Metro Jaya.

Dan atas usulan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sutarman mencetak hattrick dengan menggantikan Jenderal Timur Pradopo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Sutarman merupakan orang yang tepat untuk menggantikan Timur Pradopo, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri ini adalah salah satu pejabat Polri yang sudah berbintang tiga.

Rekam jejak Sutarman dalam perjalanan karirnya memang sangat panjang. Mantan  Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim pada tahun 2004 ini sebelumnya pernah menjadi ajudan dari Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setelah itu dia menjabat sebagai Kapolda Kepri 2005, Kaselapa Lemdiklat Polri 2008, lalu Kapolda Jabar 2010 dan Kapolda Metro Jaya 2010.

Dua kali sudah Sutarman meneruskan jabatan dari Timur Pradopo yang merupakan seniornya. Diantaranya adalah menjabat sebagai Polda Jawa Barat dan Pold Metro Jaya masa jabatan 23 Juni 2010 hingga 4 Oktober 2010.

Sutarman mengawali kariernya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 1982, kala itu dia sebagai Pa Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar, kemudian ia menjadi Kapolsek Dayeuh Polres Bandung Polda Jabar pada tahun yang sama. Komjen Pol Drs. Sutarman merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011. Dia diangkat sebagai orang nomor satu di Bareskrim untuk menggantikan Ito Sumardi Ds yang telah memasuki masa pensiun.

Setelah lepas jabatan sebagai Kapolda Jawa Barat dan digantikan oleh Irjen Pol H. Suparni Parto, Sutarman kemudian menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi Ds. Pada 2011, setelah melalui proses penyaringan, jabatan Kabareskrim Mabes Polri ditentukan dan posisi penting itu akhirnya diduduki oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman.

Keputusan pengangkatan Sutarman itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) No: STR 1334/VI/2011, tanggal 30 Juni 2011. Bersama Sutarman, ada 11 jenderal lainnya yang dimutasi.

Dalam telegram tersebut, Sutarman menggantikan posisi Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun. Sementara jabatan Sutarman sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya digantikan oleh Irjen Untung Suharsono Radjab. Untung sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Penunjukan Sutarman oleh Presiden SBY dirasa sangat tepat, sosok kalem dan keras kepala ini pernah mengatakan kepada awak media kalau dirinya sudah tak mempunyai rasa takut kepada para penguasa dalam menindak tegas semua persoalan yang berhubungan dengan Kepolisian.  Sutarman  juga pernah mengutarakan kalau urat nadi takutnya sudah putus yang berarti tak pernah gentar saat bersentuhan dengan orang-orang penguasa di Indonesia.

Dari pihak Komisi Kepolisian Nasional juga menilai bahwa pergantian Timur Pradopo ke Sutarman dirasa sudah sangat tepat sekali. Tiga kali pernah menjabat sebagai Kapolda dirasa sudah cukup untuk membuktikan Sutarman memang benar-benar orang yang pas dengan integritas yang bagus, tegas, sederhana dan polisi reserse yang berprestasi.

Kedepan Sutarman diharapakan bisa menjadi tulang punggung Polri dalam tantangannya untuk menyingkapi semua kasus yang kini masih dalam penyelidikan. Tak hanya itu saja Sutarman diharapakn bisa menyelesaikan pekerjaan rumah di kepolisian mulai dari penanganan kasus dan perbaikan di tubuh kepolisian.

Apalagi yang baru-baru ini dimana para anggota Polri menjadi sasaran empuk para penjahat dan teroris, jangan sampai kasus seperti Bripka Sukardi menimpa para anggota Kepolisian lainnya. Sutarman juga diharapkan bisa melakukan reformasi besar-besaran terhadap Polri agar kinerja Polri lebih baik pada masa mendatang.(win12)

Rekam jejak karir di Kepolisian:
•    Pa Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar (1982)
•    Kapolsek Dayeuh Polres Bandung Polda Jabar (1982)
•    Kasat Lantas Polres Sumedang Polda Jabar (1983)
•    Danki Tar Akpol (1986)
•    Kasubbag Renset Dit Pers Polda Metro Jaya (1988)
•    Kapolsek Metro Kebon Jeruk Restro Jakbar (1989)
•    Kapolsek Metro Penjaringan Restro Jakut (1991)
•    Paban Muda III / Binkar Spers ABRI (1993)
•    Kabag Bintibmas Dit Binmas Polda Metro Jaya (1995)
•    Kapusdalaops Polwil Timor Timur Polda Nusra (1996)
•    Kapolres Lombok Timur Polda NTB (1996)
•    Kabag Top / DSP Subdit Diaga Dit Minpers POLRI (1997)
•    Kabag Diawan / Gassus Subdit Dalkar Minpers POLRI (1997)
•    Kabag Dalkar Dit Pers Polda Metro Jaya (1997)
•    Kapolres Bekasi Polda Metro Jaya (1999)
•    Ajudan Presiden R.I (2000)
•    Kapoltabes Palembang Polda Sumsel (2001)
•    Dir Reskrim Polda Jawa Timur (2003)
•    Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2004)
•    Kapolda Kepri (2005)
•    Kaselapa Lemdiklat POLRI (2008)
•    Kapolda Jabar (2010)
•    Kapolda Metro Jaya (2010)
•    Kabareskrim POLRI (2011)   

Komentar