Taman Bungkul, kerja 10 tahun hancur 15 menit

KANALSATU - Walikota Surabaya, Tri Risma Harini ‘murka’ melihat Taman Bungkul yang selama ini sudah susah payah dibangunnya selama 10 tahun hancur dalam waktu 15 menit. Sekitar pukul 10.30 WIB, Risma datang ke Taman Bungkul dan langsung marah-marah pada Even Organiser, di stan Wall's, Minggu (11/5/14).

Wall's menggelar acara Wall's Ice Cream Day di Taman Bungkul dengan memecahkan rekor MURI, namun bukan hanya rekor yang berhasil dipecahkan namun hardikan Walikota juga memecahkan kerumunan pengunjung yang saat itu mendapat pembagian ice cream gratis dari Walls.

“Kamu tahu berapa lama membangun Bungkul,” hardik Risma kepada salah satu EO Wals yang nampak manggut-manggut menerima semprotan amarah walikota yang pernah menyabet sebagai penghargaan dari dunia akibat berhasil mengubah Taman Bungkul menjadi jantungnya kota Surabaya ini.

Maaf saja, bukannya untuk membela Risma, namun walikota yang sukses mengubah wajah kota Pahlawan menjadi kota bunga ini memang pantas untuk marah. Bagaimana tidak, taman Bungkul yang selama ini selalu menjadi jujukan para warga Surabaya sudah tak karuan lagi wajahnya.

Jalur hijau dan tanaman di sekitar Taman Bungkul rusak parah setelah terinjak-injak ribuan pengunjung yang Minggu pagi itu bagi-bagi es krim. Bahkan sang Walikota berencana melaporkan kerusakan itu ke polisi. Tanpa menyapa para pengunjung yang berjubel, Risma hanya geleng-geleng kepala saja dengan raut muka merah. "Astaghfirullah. Rusak semua," ujar Risma sambil mengelus dada.

Di hadapan Risma, tanaman-tanaman hijau pembatas jalan ludes karena terinjak-injak warga yang berebut es krim gratis. Bahkan ada papan peringatan yang roboh. Acara bagi-bagi es krim yang diinisiasi PT Unilever Indonesia itu memang menyedot animo ribuan warga Kota Surabaya. Selain membuat taman rusak, acara ini juga membuat kemacetan lalu lintas. "Sudah 10 tahun kami bikin itu. Itu semua uang rakyat," kata Risma kesal.

Walikota Tri Rismaharini turut menanam sebagian tanaman yang rusak di depan taman Bungkul, Senin (12/5/14) siang. (kanalsatu/Syaiful Arif)

Taman Bungkul berada di jantung kota dan menjadi salah satu ikon Surabaya. Taman ini pernah meraih penghargaan internasional. Risma berencana menuntut panitia acara secara pidana dan perdata. "Saya sudah tanyakan ke beberapa staf, ternyata acara ini tidak berizin," katanya.

Menurut dia, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkot Surabaya untuk menempuh jalur hukum. "Yang pasti penyelenggara acara ini akan saya tuntut perdata maupun pidana," katanya.

Selain itu, wali kota juga meminta Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya Chalid Bukhori untuk melaporkan perusakan taman ini ke pihak kepolisian terdekat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan ternyata 10 ribu es krim yang disediakan Walls di acara "car free day" tidak cukup, karena pengunjung yang hadir membludak hingga mencapai puluhan ribu orang.

Dampaknya, warga yang ingin segera mendapatkan pembagian es krim gratis tidak melintasi jalan yang semestinya, tetapi memilih jalan pintas dengan menerjang tanaman lokasi taman kota. Hasilnya ada tiga lokasi taman kota yang kondisinya hancur dan harus dilakukan penanaman ulang yakni di Jl. Raya Darmo, Taman Bungkul dan Jl. Serayu.

Asisten Branch Manager Wall's, Kaninia Radiyatni, mengaku sudah mengantongi izin dari Dinas Pertamanan (DKP) dan Polda Jatim. "Perizinan sudah ada dari dinas pertamanan kota dan polda. Kita pasti tidak akan adakan acara kalau tidak punya izin," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengaku siap bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan taman, dan banyaknya tanaman yang mati akibat kegiatan yang diselenggarakan.(win12)

Komentar