PKB: Rhoma jangan merasa sok jagoan

KANALSATU - Kekecewaan mendalam dirasakan Raja Dangdut Rhoma Irama, calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasalnya, kerja keras Rhoma yang dianggap mendongkrak suara PKB atau Rhoma Effect benar-benar tidak dianggap dan tidak dihargai. Buntutnya, Rhoma menarik dukungannya dari partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKB Marwan Ja'far anggap Rhoma kelewat gede rasa alias ge-er. Menurutnya sukses PKB pada pileg lalu bukan lantaran Rhoma Effect. "Kalau dia (Rhoma) memang hebat, anak-anaknya mestinya jadi dong. Tapi, gak jadi kan? Kalau bukan PKB, enggak akan sepopuler sekarang," kata Marwan, Sabtu (18/5/14).

"Jangan merasa sok jagoan. Faktor ketua umum yang memimpin dengan baik, faktor pemilih tradisional di NU yang megang kendali, faktor rekonsiliasi internal keluarga. Itu kan semuanya yang patut diitung. Jadi, dia jangan merasa ge-er dulu soal pileg kemarin," tegas Marwan.

Sebelumnya, Relawan Rhoma dibeberapa daerah memang telah menarik dukungannya dari PKB. Penarikan dukungan dilakukan dengan cara merobek bendera partai. Puncaknya, secara resmi Rhoma juga umumkan penarikan dukungannya kemarin.

"Saya atas nama pribadi dan tim pemenang yang terdiri atas para ulama dan habaib dan aliansi suara rakyat dengan kerendahan hati mencabut dukungan dari PKB untuk Pilpres 9 Juli 2014 karena sudah tidak ada kesesuaian antara visi misi dan arah orientasi politik," kata Rhoma di Posko Rhoma Irama for President (Riforri), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (17/5/14).

Menurutnya, PKB juga sudah tidak mengakui Rhoma effect. Rhoma mengaku telah berjuang mati-matian tanpa pamrih namun tak dianggap oleh PKB. "Dua alasan ini menjadikan dasar kami untuk menarik dukungan dari PKB," keluh Rhoma. (win13/12)

Komentar