Jenderal TNI Budiman, mengapa pensiunnya dipercepat

Jenderal TNI Budiman

KANALSATU - Jenderal bintang empat kelahiran Jakarta, 25 September 1956 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (ke-29) ini memang mau memasuki masa pensiun. Tepatnya 25 September 2014. Namun publik menjadi bertanya-tanya, mengapa masa pensiun Jenderal TNI Budiman ini dipercepat. Bahkan dilaksanakan sehari menjelang pengumuman hasil Pilpres 2014 oleh KPU Pusat.

Perbedaan perolehan suara antar capres-cawapres yang sangat tipis menjadikan situasi politik sedikit panas. Meski sudah ada mekanisme hukum penyelesaian sengketa Pemilu, namun masing-masing kubu bisa saja melakukan apa saja – mengingat masing-masing kubu mengklaim dicurangi pada proses pencoblosan 9 Juli 2014 lalu.

bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Pertanyaannya kemudian, mengapa Jenderal Budiman dipercepat masa pensiunnya di saat suhu politik-mungkin saja menjadi panas dan tak terkendali? Adakah sesuatu di balik skenario percepatan pensiun jenderal TNI AD yang berasal dari Korps Zeni tersebut-, terutama terkait pelaksanaan pilpres itu sendiri dan posisi netralitas TNI dalam pilpres.

Pertanyaan ini wajar mengemuka, sebab ada indikator kuat terkait berita adanya Babinsa atau petugas Komando Rayon Militer 04/05 Gambir, Jakarta Pusat, yang ditengarai melakukan pendataan dan mempengaruhi warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu pada Pilpres 2014. Kabar ini dibantah habis-habisan oleh Komandan Komando Rayon Militer 04/05 Gambir, tetapi Kasad Jenderal Budiman menegaskan akan memberikan sanksi kepada petugas dimaksud-seolah peristiwa tersebut benar adanya.

Setelah itu, anehnya lagi Panglima TNI Moeldoko dalam jumpa pers menegaskan setegas-tegasnya kalau tidak ada petugas Komando Rayon Militer 04/05 Gambir, Jakarta Pusat, yang melakukan pendataan, apalagi memengaruhi warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu pada Pilpres 2014. “Tidak ada itu. Kalau ada Anggota TNI yang tidak netral akan kami pecat,” tegas Moeldoko.

bersama prajurit Baret Merah

Budiman merupakan lulusan terbaik Akabri tahun 1978 dan penerima Adhi Makayasa. Lulus dari Seskoad tahun 1994 dan Sesko TNI tahun 2001. Suami Wanti Mirzanti itu diangkat menjadi KASAD mulai 30 Agustus 2013 hingga 21 Juli 2014, karena dipercepat masa pensiunnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan mengeluarkan keputusan pemberhentian Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman karena seiring masa pensiun yang bersangkutan pada September 2014. Informasi pemberhentian KSAD itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya di Jakarta, Senin (21/7/14).

Jenderal Budiman pernah menjabat sebagai Pangdam Diponegoro pada 2009 – 2010, dan sudah banyak kawan seangkatan lulusan Akmil Angkatan 1978 ini yang memasuki masa pensiun.(win5)

Komentar