KONI Jatim krisis dana

KANALSATU - Tahun ini, KONI Jawa Timur mengalami krisis dana. Dari pengajuan awal Rp221 miliar yang diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, ternyata cuma dicairkan Rp88 miliar.

"Bayangkan bagaimana limbungnya (bingung) kami karena harus memetakan ulang untuk pendanaan. Sebab dana yang kami terima hanya sepertiga dari yang diajukan," ungkap Ketua Umum KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung, Rabu (6/8/14).

Bahkan, dana yang diterima KONI Jawa Timur jauh dari anggaran seteru abadi mereka, seperti KONI DKI Jakarta yang mencapai Rp299 miliar. Jumlah yang hampir sama juga diterima KONI Jawa Barat. "Jadi jangan heran bila atlet Jawa Barat mampu menjalani pemusatan latihan di luar negeri selama dua tahun. Mereka try out di Korea Selatan," beber Erlangga.

Dampak dari dana minim ini, pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) tak bisa berjalan maksimal. Padahal Puslatda adalah salah satu persiapan menuju PON XIX 2016 Jawa Barat. "Cabor pun harus memilih salah satu. Apakah try out ke luar negeri atau mendatangkan pelatih asing ke Jawa Timur. Pilih satu, tak bisa dua-duanya," ucap Erlangga.

Diharapkan, pada 2015 ada peningkatan anggaran olahraga. Apalagi pelaksanaan PON XIX 2016 sudah sangat mepet. "Paling tidak anggaran pada 2015 lebih besar dibanding 2014. Jangan seperti sekarang," harapnya.(win16/win6)


Komentar