Plato tidak bohong soal Atlantis

Atlantis adalah bagian dari sejarah Indonesia

(WIN): Siang ini, Senin (20/5/13) pukul 14.00, bertempat di Gedung Krida Bhakti  - Setretariat Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, berkumpul sekitar 200 orang periset/scientist (peneliti gempa, ahli geologi, antropologi, sosialogi, sejararawan, arkeolog, peneliti budaya, dan para ahli lainnya) untuk melakukan diskusi dan kajian yang diikuti oleh ratusan (sekitar 500 orang) peminat.

Kalau boleh diistilahkan, sebenarnya pertemuan siang ini di Setneg itu adalah bagian dari kesadaran tertinggi ummat manuasia pada zamannya yang memahami bahwa perjalanan hidup manusia sudah berulangkali berubah peradaban. Kejayaan peradaban manusia pada masanya, kemudian hilang diruntuhkan oleh alam (gempa bumi, gunung meletus, dan bencana alam lainnya).

Tak heran jika banyak situs kuno yang sudah ribuan, bahkan jutaan tahun terkubur bumi – kemudian ditemukan secara sengaja atau tidak sengaja, lokasinya berada di dasar tanah. Maka itu filosof Plato pernah berteori pada zamannya, bahwa pernah ada kawasana negeri yang peradabannya sudah sangat tinggi, kaya raya, gemahripah loh jinawi, baldatun toyyibatun warabun ghofur, yang hilang tertelan bumi. Kawasan makmur berperadaban tinggi itu disebutnya sebagai ATLANTIS.

Pertemuan siang ini di Setneg, diantaranya akan membedah buku berjudul : “PLATO TIDAK BOHONG SOAL ATLANTIS ADALAH BAGIAN SEJARAH INDONESIA”. Buku ini ditulis oleh DR. Danny Hilman, peneliti gempa dan Ketua Tim Terpadu Riset Mandiri Situs Gunung Padang. Penulisan buku juga dibantu oleh peneliti senior LIPI yang sudah 14 tahun meneliti patahan Sumatera dan zona subduksinya menjadi sebuah disertasi saat menempuh S3 di Caltech University.

Banyak kalangan mempertanyakan apakah buku ini terprovokasi oleh karya Santos, Oppenheimer,  maupun puluhan penulis Atlantis di seluruh dunia. Sehingga banyak yang menduga Dr. Danny Hilman ikut dalam arus belum terselesaikannya apakah Atlantis adalah Mitologi atau benar-benar ada. Bahkan, meski belum membaca bukunya sudah muncul Black Propaganda bahwa Dr. Danny Hilman terseret arus pseudosains.

Padahal kalau jeli, usia situs Gunung Padang di bawah permukaan jauh lebih tua dari peradaban atlantis yang terkubur karena desakan kenaikan air laut. Daftar Isi buku ini sesuai judulnya, akan membuktikan dari pemeriksaan beberapa sumber bahwa cerita Plato tentang atlantis bukan khayalan. Penulis menemukan  kronologi sampai Plato bicara Atlantis. Secara specifik buku ini jauh berbeda dengan karya Santos atau lainnya. Fokusnya adalah membedah Timiaeus-Critias dan Bencana Katastrofi Purba Nusantara  disertai lima (5) cuplikan sebagai suplemen, yakni : a.Suplemen A  Cuplikan Naskah Timaeus dan Critias tentang Atlantis, b.Suplemen B Proses Tenggelamnya Sundaland, c.Suplemen C Siklus Bencana Katastrofi di Nusantara, d.Suplemen D Konsep Bencana Katastrofi dan Siklus Peradaban  (Dr Danny Hilman merekam dengan baik beberapa peristiwa katastropi dan hancurnya peradaban).

Ada beberapa kutipan dialog yang tidak kita pernah dengar selama ini, dan Dr Danny Hilman berhasil menemukannya. Di akhir tulisan tentang Kejujuran Plato, ada sedikit paparan tentang perkembangan riset Gunung Padang. Menurut rencana dalam peluncuran buku ini juga akan ditampilkan animasi tsunami berdasarkan gempa Selat Sunda, hasil riset bertahu tahun oleh Dr. Gegar Prasetya yang menemukan paleotsunami yang bukan berasal dari ketusan krakatau.

Di akhir paparan dan diskusi buku ini yang dilakukan oleh peneliti dan budayawan, akan diputarkan Film semi dokumenter tentang riset Gunung Padang terbaru. Dengan visual, diharapkan hal-hal yang rumit bisa dijelaskan secara indah dan menarik. Atlantis memang masih jadi perdebatan antara mitos atau fakta otentik. Tetapi dalam buku ini kronologis mengapa Plato bicara Atlantis dapat dipahami dan dibuktikan.

Acara pertemuan para ahli siang ini di Setneg,  bertepatan dengan saat-saat hari kebangkitan nasional, 20 Mei. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menemukan kembali pengetahuan yang hilang dan mengambil sisi positif untuk menjadi pelajaran ke depan: Ada BENCANA, Ada PERADABAN. (win5)

Komentar