Xanana Gusmao, terima penghargaan ke 10

KANALSATU – Nama lengkapnya Kay Rala Xanana Gusmão GCL. Namun lebih dikenal sebagai Xanana Gusmao. Bahkan pria kelahiran Manatuto, Timor , 20 Juni 1946 ini terlahir bernama José Alexandre Gusmão. Mantan “Pembangkang Pemerintah Indonesia” ini dianugerahi penghargaan Bintang Adipurna dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Xanana yang kini menjabat Perdana Menteri Timor Leste ini nampak terharu saat menerima penghargaan dari kekuasaan negara yang pernah dilawannya. Acara prosesi penganugrahan Bintang Adinpurna oleh Presiden SBY dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, Jumat (10/10/14).
Mungkin, meskipun anugerah penghargaan asing sudah berulang-kali diterimanya, tapi ini adalah penghargaan kali pertama dari Negara Indonesia, negara yang pernah dianggapnya ‘mencaplok’ negaranya, atau negara yang pernah memenjarakannya di rutan Salemba karena dianggap sebagai tokoh pemberontak Timor-Timur saat wilayah itu bagian dari Indonesia.
Dengan suara tercekat, Xanana mengatakan bahwa Presiden SBY adalah sahabat baik rakyat dan negaranya. "Bagi kami, Yang Mulia Presiden Yudhoyono adalah sahabat baik rakyat Timor Leste," katanya.
Hari ini, kata Xanana, Republik Indonesia dan Republik Timor Leste adalah dua negara berdaulat yang saling menghormati satu sama lain, dan menempatkan semangat persaudaraan dan prinsip kesejajaran sebagai dasar hubungan kerja-samanya. Secara khusus Xanana berharap penghargaan Bintang Adipurna itu dapat menegaskan hubungan baik kedua negara di masa mendetang.

Sementara itu Presiden SBY mengatakan, di bawah kepemimpinan PM Xanana, hubungan Indonesia dan Timor Leste lebih dari sekedar tetangga, namun diklaim sebagai teman yang baik.
Wajar saja Xanana Gusmao terharu atas pengakuan yang luar biasa dari Presiden SBY, sebagai mantan pelawan Indonesia tapi menjadi tetangga yang baik saat Timor Leste dipimpinnya.
Sebelum mendapat penghargaan dari Pemerintah Indonesia, Xanana Gusmao sudah sembilan (9 ) kali dapat anugerah asing, diantaranya: 1. Pada 1999 Gusmão dianugerahi Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Pemikiran. 2. Pada 2000 ia dianugerahi Penghargaan Perdamaian Sydney karena menjadi "Pemimpin yang berani dan berpendirian kuat untuk kemerdekaan rakyat Timor Timur". 3. Pada 2000 Gusmão dianugerahi Penghargaan Perdamaian Kwangju ( Korea Selatan). 4. Pada 2002 ia dianugerahi Penghargaan North-South Prize, North-South Observatory (Uni Eropa).
5. Pada 2002 ia dianugerahi Penghargaan Perdamaian Prix Félix Houphouët-Boigny (UNESCO). 6. Pada 2002 ia dianugerahi Penghargaan Prize of the Children "Honorary Adult Friend", Swedia. 7. Pada 2003 Gusmão dianugerahi Penghargaan Jalan untuk Perdamaian, Fundação Caminho para a Paz. 8. Pada 2003 Gusmão dianugerahi Penghargaan "Leadership with Integrity" International Herald Tribune. 9. Pada 2003 ia dianugerahi Penghargaan " Bintang Asia" Business Week.
Selain itu Xanana Gumão juga telah menerimah gelar penghargaan sebanyak 15 kali yaitu: 1. Honoris, Citizen of Brasilia, Brazil (1995). 2. Order of Liberty, Portugal (1998)3. Honoris, Citizen of São Paulo, Brazil (1998). 4. Doktor Honoris Causa, Universitas Lusiada, Lisbon, Portugal (1999). 5. Order of Merit, Selandia Baru (2000). 6. Honoris, Citizen of Lisbon, Portugal (receiving the Gold Key of Lisbon),(2000). 7. Medali dari Wakil-President Federal Republic of Brazil (2000). 8. Jose Bonifacio Order of Merit, Degree of Grand Officer, State University of Rio de Janeiro (2000).
9. Doktor Honoris Causa, Universitas Porto, Portugal (2000). 10. Grand Collar of the Order of Cruzeiro do Sul, Brazil ()2002). 11. Doktor Honoris, Universitas Victoria (2003). 12. Honoris, Knight Grand Cross of the Order of St. Michael and S. Jorge (2003). 13. Doktor Honoris, Universitas Nasional Suncheon, Korea (2004). 14. Grand Collar of the Order of Infante Dom, Portugal (2006). 15. Doktor Honoris, Universitas Takushoku, Japan (2006)
Sebelum menjadi gerilyawan, Xanana – sebagaimana ditulis wikipedia - adalah seorang pemain sepak bola dan wartawan, namun kemudian bergabung dengan para pejuang Timor Leste melawan pemerintahan Indonesia.
Sekitar 20 tahun perjuangan bersenjata di hutan dan pegunungan, Xanana lalu memimpin pasukan gerilya hingga ditangkap tentara Indonesia pada 20 November 1992. Xanana menjalani pemenjaraan politik selama tujuh tahun hingga kemudian dibebaskan pada 7 September 1999 oleh pemerintah Indonesia setelah runtuhnya kekuasaan Orde Baru.
Tahun 1974, Xanana bergabung dengan Fretilin dan menjadi pemimpin Falintil tahun 1978. Tahun 1987, ia memutuskan keluar dari Fretilin dan membentuk Dewan Pertahanan Nasional rakyat Maubere (CNRM). Langkah ini dilakukan guna merangkul semua pihak termasuk gereja demi menghindari kesan perjuangan kemerdekaan hanya dilakukan Fretilin. Untuk mendapat pengakuan internasional, Xanana menyempurnakannya dengan mengubah CNRM menjadi CNRT (Dewan Pertahanan Nasional Rakyat Timor) tahun 1998 di Pinichi (Portugal).

Pada tahun 1992, ia ditangkap dan dipenjara di Cipinang, Jakarta. Namanya agak tenggelam ketika UNTAET mengambil alih wewenang sementara di Timor Leste pada 26 Oktober 1999 dan baru mencuat kembali menjelang pemilu presiden. Setelah Timor Leste merdeka pada 20 Mei 2002, ia terpilih menjadi presiden.
Pagi hari, 20 November 1992 Xanana Gusmão ditangkap oleh Team Kolakops Timor Timur pada saat sedang tidur.Ia tertangkap di rumah seorang polisi lalu lintas bernama Augusto. Setelah ditangkap dia diserahkan kepada Pangkolakops Timor Timur Brigjen TNI Theo Sjafei dan di kediamannya ia diperlakukan antara sesama panglima perang, dan kemudian diserahkan ke sel Polwil Timor Timur.
Setelah menceraikan istri pertamanya yang orang Timor asli dan bernama Emilia Batista, Xanana menikah dengan seorang wanita Australia bernama Kirsty Sword. Mereka mempunyai anak dengan nama Alexander Sword Gusmao.(win5)