Andika Perkasa , Danpaspampres kontroversi
FIGUR

KANALSATU - Brigjen TNI Muhammad Andika Perkasa, menantu dari Jenderal TNI (Purn) Haji Abdullah Makhmud Hendropriyono ditunjuk oleh Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai Danpaspampres. Meski menuai kontroversi, tapi otoritas penunjukan itu berada di tangan Presiden RI – sebagai user atas pengamanan kepresidenan.
Spekulasi bernada miring banyak muncul atas pengangkatan Andika Perkasa yang alumni Akademi Militer Angkatan 1987. Muncul pertanyaan, misalnya, mengapa Komandan Paspampres bukan lulusan Akmil Angkatan 86 agar terjadi jenjang urut angkatan untuk jabatan Komandan Paspampres yang sebelumnya dijabat Mayjen TNI Doni Monardo, lulusan Akmil Angkatan 1985. Sebelum itu juga dijabat oleh Angkatan 1984 yakni Mayjen TNI Agus Sutomo.
Kini mantan Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Sutomo dipromosikan sebagai Pangdam Jaya, dan Mayjen TNI Doni Monardo dipromosikan pada jabatan bergengsi yakni Danjen Kopassus. Pertanyaan banyak muncul, mungkinkah dikarenakan Andika Perkasa adalah menantu dari Jenderal TNI (Purn) Haji Abdullah Makhmud Hendropriyono yang nota-bene salah satu pentolan Tim Sukses Jokowi saat Pilpres lalu?
Jika pengangkatan Andika hanya karena latar-belakakangnya sebagai menantu Pentolan Tim Sukses Jokowi, maka wajar jika banyak kritikan dari berbagai kalangan, muncul. Terutama, mungkin, dari internal Mabes TNI sendiri. Jika benar ekstra-hubungan Jokowi-Hendroprijono yang mendasari, maka ini bukti bahwa karir di militer banyak ditentukan oleh hubungan politik.

Namun terlepas dari itu semua, otoritas penunjukan Komandan Paspampres sepenuhnya berada di tangan Presiden RI sebagai user atas Pengamanan Kepresidenan. Tentu secara individu Presiden akan memilih orang yang dipercayainya, setidaknya untuk kenyamanan dalam menjalankan tugas-tugas kepresidenan.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko sendiri secara tegas mengatakan bahwa pengangkatan Andika Perkasa menjadi Komandan Paspampres adalah atas keinginan langsung Presiden terpilih Joko Widodo. "Selaku Panglima TNI, saya konsultasi dengan Presiden Terpilih. Saya tanya pada beliau, apakah punya calon untuk Komandan Paspampres, beliau menjawab sudah memilih Brigjen Andika sebagai Danpaspamres," ujar Moeldoko usai apel gabungan TNI/Polri untuk pengamanan pelantikan Presiden di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (16/10).
Ketua Kawan Jokowi (sayap pemenangan Jokowi pada Pilpres)-, Diaz Hendropriyono mengatakan; “Saya kira pengangkatan itu berlatar belakakng prestasi Andika," kata saudara ipar Andika Perkasa ini dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis, (16/10).
Sebagaimana diketahui, Mabes TNI mengumumkan telah mengangkat Andika Perkasa yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat sebagai Danpaspamres pada Pemerintahan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/760/X/2014 tanggal 14 Oktober 2014. Dengan jabatan baru itu Andika Perkasa bakal menerima tambahan satu bintang di pundaknya sehingga nantinya berpangkat mayor jenderal (Mayjen)
Andika berpengalaman dalam Infanteri, Kopassus. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Kepala Dinas Penerangan TNI AD. Pendidikan Militer yakni Akabri Angkatan 1987 dan Seskoad Angkatan Tahun 2000. Andika pernah bertugas sebagai Danrindam Jaya (2011)-, Danrem 023/Kawal Samudera (2012)-, Kadispenad (2013) dan kini Danpaspampres (2014). (win5)