Imam Nahrawi, bisa manfaatkan PON Remaja

KANALSATU –Menpora Imam Nahrawi bisa memanfaatkan gelaran olah raga nasional sebagai ajang latihan bagi suksesnya pelaksanaan dan prestasi Asian Games 2018 – sebagaimana dipesankan khusus oleh Presiden Joko Widodo – saat pengumuman Kabinet Kerja (26/10). Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang akan digelar di Jawa Timur pada November 2014 bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk debut awal karirnya sebagai Menpora.

Kabid Humas Koni Jatim, Lutfil Hakim, mengatakan dalam jangka pendek, pelaksanaan PON  Remaja bisa dijadikan ajang latihan bagi Menpora Imam Nahrawi, karena lebih dari 25 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di pekan olah raga tersebut. Selain itu, PON Remaja 2014 di Jatim merupakan penyelenggaraan pertama untuk menghasilkan atlet-atlet muda nasional.

“Sebagai orang Jatim, Nahrawi harusnya memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk debut awal karirnya sebagai Menpora. Terlebih lagi PON Remaja 2014 ini merupakan yang pertama. Sukses-tidaknya bisa dikawal langsung oleh Menpora Nahrawi,” kata Lutfil, Minggu (26/10).

Menurut Lutfil, momentum PON Remaja ini ditargetkan bisa menghasilkan atlet-atlet muda yang nantinya membawa harum nama Bangsa Indonesia di kancah olahraga internasional. “Para juaranya, bisa dimasukkan pada program Pratama untuk menuju kesuksesan program Indonesia Emas,” katanya.

Selain itu, kata Lutfil, PON Remaja juga bisa dijadikan ajang latihan bagi Menpora Nahrawi dalam mensukseskan penyelenggarakaan sekaligus prestasi olahraga nasional pada PON 2016 di Bandung. Meski Menpora dinilai belum punya banyak pengalaman di bidang olah-raga, namun Lutfil optimistis Menpora Nahrawi bisa dengan cepat melakukan identifikasi dan prioritas kerja sebagai menteri.

diumumkan sebagai Menpora

“Nahrawi itu politisi yang cerdas, cepat menyesuaikan diri, dan memiliki kapasitas kepemimpinan serta manajerial yang mumpuni. Suksesnya pekan olahraga dan prestasi nasional hanya terletak pada dua kemampuan itu yakni kemepimpinan dan manajerial,” jelas Lutfil.

Sebagaimana diketahui, salah satu tugas berat Menpora ke depan adalah mengawal suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. Tugas itu datang langsung dari Presiden Jokowi, saat namanya dipanggil sebagai salah satu pendukung Kabinet Kerja. "P ak Imam Nahrawi ini politisi muda yang memiliki jaringan luas. Saya memintanya bisa mengawal prestasi olahraga dan kepemudaan, serta mensukseskan pelaksanaan dan prestasi Asian Games 2018," kata Presiden, Minggu (26/10).

Imam Nahrawi adalah Anggota DPR dua periode dari PKB (2004 – 2014) dan terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya pada Pileg 2014. Namun karir di DPR tidak lagi berlanjut karena dipercaya Jokowi sebagai menteri. Menpora Nahrawi – ke depan harus menaikkan peringkat Indonesia di ajang SEA Games Singapura (2015) dan Malaysia (2017), Olimpiade Rio de Janeiro (2016) serta sukses di peringkat Asian Games 2018 di Indonesia.

serah terima jabatan Menpora

Putra Madura yang tinggal di Sidoarjo, Jatim ini adalah Sekretaris Jenderal DPP PKB. Lahir di Bangkalan, 8 Juli 1973. Nahrawi menjalani pendidikan formalnya (SD – MAN) di Bangkalan, serta kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya lulus 1998. Meski masih muda, bersama istrinya Shohibah Rahmah, dikaruniai tujuh orang anak.

Sejak mahasiswa Nahrawi sudah nampak kepemimpinannya. Pernah menjadi Ketua Cabang PMII Surabaya dan Ketua Korcab PMII Jatim 1997, dan menjadi Ketua Umum DKN Garda Bangsa (sayap PKB) pada 2002. Sebelum Sekjen di PKB, Nahrawi juga Ketua DPW PKB Jatim. Pengalaman organisasi kepemudaan Nahrawi selalu nampak menonjol, sehingga wajar jika dipercaya sebagai menteri bidang kepemudaan (Menpora). (win5)

Komentar