Rurik Jutting, psikopat lulusan Cambridge

KANALSATU – Namanya agak aneh untuk umumnya orang Inggris, yakni Rurik Jutting. Umurnya baru 29 tahun. Lulusan Cambridge University – UK ini adalah seorang bakir khusus dari Merrill Lynch- untuk produk investment banking.
Tidak mudah untuk bergabung (bekerja) di Merrill Lynch (Bank of America Merrill Lynch) kecuali seseorang yang memiliki level kecerdasan di atas rata-rata. Perusahaan keuangan yang berpusat di New York City ini – tepatnya di Four World Financial Center (gedung 34 lantai) di Manhattan - tersohor di seluruh dunia sebagai perusahaan financial.
Merrill Lynch & Co, Inc tadinya merupakan korporasi bidang Wealth Management. Pada Januari 2009 diakuisisi oleh Bank of America, sehingga menjadi divisi wealth management di Bank of America. Korporasi ini memiliki 15.000 penasihat (konsultan) keuangan dengan total dana kelolaan US$ 2,2 triliun yang perwakilannya menyebar di negara-negara seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Di HongKong, kantor Bank of America Merrill Lynch juga tampil sebagai perusahaan banking dan investment papan atas. Para ekskutif dan konsultan keuangan yang ada di kantor di HongKong ini pun merupakan SDM papan atas. Salah satunya adalah Rurik Jutting (warganegara Inggris).
Sehingga terdengar aneh, dan mengagetkan warga dunia ketika Rurik Jutting – sang ekskutif investemen banking itu melakukan pembunuhan janggal dengan cara sadis terhadap dua gadis yang ditengarai memiliki hubungan dekat dengannya. Hampir seluruh media massa di dunia menurunkan laporan aksi pembunuhan oleh seorang bankir psikopat ini.


Mengerikan. Bankir ini ternyata psikopat. Kedua gadis yang berwarga-negara Indonesia itu dibunuh di apartemennya yang mewah. Di HongKong pun berita ini menggemparkan. Karena negara kota itu selama ini tergolong tempat yang aman.
Usai membunuh gadis ke dua, Rurik pun menelpon polisi – sekitar pukul 3 pagi pada malam Halloween, pekan lalu. Mainan seks dan kokain juga ditemukan di sekitar jasad korban. Juga pisau 12-inchi. Polisi setempat kini terus mencari kemungkinan ada korban lain selain kedua gadis Indonesia tersebut.
Gilanya lagi, setelah membunuh Rurik masih sempat menuliskan sesuatu di akun media sosial-nya, berbunyi: "Saya tidak gila”. Rurik menegaskan bahwa dirinya tidak punya masalah dengan kesehatan mentalnya. (win5)