Kasus Century, disebutkan ada deal untuk tak panggil SBY

KANALSATU - Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Soesatyo menyebutkan, ada deal atau kesepakatan untuk tidak memanggil Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus Bank Century. Kesepakatan dibuat saat SBY masih menjadi Presiden RI, dan sebagai imbal balik agar Sekretariat Gabungan (Setgab) mendukung hak angket Century.
"Dari awal ada kesepakatan, asal jangan panggil SBY. Dengan begitu (hak angket Century) disetujui Setgab," ungkap Bambang dalam peluncuran buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/11/14).
Menurut Bambang, ada tarik menarik yang sangat kuat sebelum Demokrat memberikan dukungannya pada hak angket Century. Akhirnya hal itu selesai setelah semua pihak sepakat, termasuk seluruh anggota Tim Sembilan sebagai inisiator hak angket Century, untuk tidak memanggil SBY sekalipun hanya untuk hadir memberikan keterangan.
Sanksi tegas disebutkan akan diberlakukan oleh semua fraksi kepada anggotanya yang melanggar kesepakatan tersebut. Seperti Desmond J Mahesa yang dicopot sebagai anggota Pansus Century oleh Fraksi Gerindra, lantaran menyuarakan pemanggilan SBY ke rapat Pansus Century.
Komitmen untuk tidak memanggil SBY dipenuhi oleh semua anggota Panitia Khusus (Pansus) DPR untuk Kasus Bank Century. "Prestasi" tertinggi adalah saat Pansus Century meminta Wakil Presiden Boediono hadir untuk memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan Pansus Century.
"Pertimbangannya (tidak memanggil SBY) untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi, kami sangat memahami," ucap anggota Tim Sembilan kasus Bank Century tersebut.
Bambang melanjutkan ketika menggulirkan hak angket Century, seluruh anggota Tim Sembilan mendapat tekanan luar biasa dari setiap partainya. Sampai akhirnya, jalan tengah didapat karena dukungan publik pada hak angket untuk membentuk pansus Century.
"Kita berpikir bagaimana cara meyakinkan bos-bos kita (ketua umum partai). Akhirnya kita tahu, parpol ini takut dijauhi publik, dijauhi pemilih, kita minta dukungan tokoh, akhirnya menjadi snow ball dan dukungan publik tidak bisa dibendung," urai Bambang.(win6)