Situs Gunung Padang dekonstruksi pusat peradaban kuno dunia
Diprediksi berumur 13.000 tahun SM lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Mesir

WIN.com: Keberadaan dan proses pengungkapan misteri Situs Gunung Padang yang berlokasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi sangat diseriusi oleh Tim arkeologi Indonesia yang dipimpin Prof. Danny Hilman Natawidjaja.
Hal ini didorong terus mengingat bila prediksi awal tim peneliti itu benar maka bakal terjadi proses dekontruksi paradigma keilmuan dimana Indonesia akan menjadi pusat peradaban dunia tertua menggantikan konsepsi awal peradaban tertua dunia yang berpusat di Mesopotamia dan Mesir yang saat ini masih dijadikan pedoman dalam literatur ilmiah.
Penemuan Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup mengejutkan berbagai kalangan masyarakat, khususnya para peneliti arkeologi.
Pasalnya, berdasarkan penelitian, situs ini diperkirakan berusia lebih dari 13.000 tahun sebelum masehi.
Itu artinya, peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia. Sehingga temuan Situs Gunung Padang yang hingga saat ini masih dalam proses penelitian tersebut, bisa mengubah peta peradaban dunia.
Keberadaan penemuan situs Gunung Padang itu sendiri telah mematik minat sejumlah media baik nasional maupun asing, bahkan secara khusus Voice of America mengulas dalam laporan terbarunya yang dikutip Whatindonews.com pada Minggu (2/6/13).
Whatindonews.com sendiri sejak awal telah menulis sejumlah berita maupun new analisis terkait keberadaan situs Gunung Padang itu dimana dalam tulisan awal menunjukkan bahwa situs Gunung Padang diidentikkan sebagai kawasan Atlantis seperti pendapat filosuf Yunani terkemuka, Plato.
Penelitian mengenai Situs Gunung Padang sendiri telah dilakukan sejak November 2011. Setelah diteliti selama hampir dua tahun hingga sekarang, diketahui bahwa Situs Gunung Padang bukanlah sebuah situs yang sederhana, melainkan sebuah monumen yang sangat besar. Situs ini diperkirakan luasnya mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah.
Koordinator Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang, Prof. Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini terlihat bahwa susunan batu pada Situs Gunung Padang sudah cukup maju.
Susunan batu tersebut mirip dengan teknologi Situs Machu Pichu di Peru. Menurut Danny, yang lebih mengejutkan dari penemuan Situs Gunung Padang ini yaitu umur susunan batu yang berbeda-beda dari setiap lapisannya. Lapisan teratas berumur lebih muda, yaitu 500 tahun Sebelum Masehi, ada pula lapisan yang berumur 7000 tahun Sebelum Masehi. Bahkan, jika dihitung hingga lapisan terbawah, Situs Gunung Padang diperkirakan usianya lebih dari 13 ribu tahun Sebelum Masehi.
"Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundaknya yang lapisan pertamanya itu tingginya sampai 100 meteran, jadi luasnya 150 hektar, yang jelas 10 kali lebih besar dari bangunan [Candi] Borobudur. Dibilang menunjukkan umurnya lebih dari 13.000 tahun [Sebelum Maseh]) itu sudah ada sekitar 3 atau 4 carbon data [pengukuran umur lapisan berdasarkan kandungan unsur karbon di lapisan tersebut] yang kita lakukan di peta analisis," papar Danny Natawidjaja kepada Voice Of America yang dikutip Whatindonews.com pada Minggu (2/6/13)
Danny mengatakan, dengan usia yang sedemikian tua, maka Situs Gunung Padang dapat dikatakan sebagai situs peradaban tertua di dunia, melebihi Pyramid Giza di Mesir, peradaban Mesopotamia, dan peradaban bangsa Arya, yang usianya antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi. Sehingga dengan demikian, keberadaan Situs Gunung Padang secara otomatis bisa mengubah peta peradaban dunia.
"Peradaban dunia yang dikenal manusia itu khan yang majunya baru sekitar 6.000 tahun, [yaitu] Mesopotamia, kemudian kan yang di Mesir, [Pyramid] Giza itu, yang [berumur] 2.500-2.800 tahun Sebelum Masehi. Itu yang dianggap sebagai peradaban tertua di dunia. Kalau kita bilang [prediksi] Gunung Padang usianya 13.000 tahun [Sebelum Masehi], [maka] tumbang semua [pendapat ilmiah yang ada]. Dan itu tentunya akan menjadikan kita [Indonesia] yang menjadi pusat peradaban [baru] di masa lalu."
"Dibuka untuk lokasi wisata ilmiah
Situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini kini telah dibuka untuk kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari mengatakan, Situs Gunung Padang merupakan aset kebudayaan tak ternilai yang dimiliki oleh Indonesia.
"Gunung Padang kan itu situs cagar budaya yang sangat sangat hebat, tapi harus berdasarkan penelitian yang lebih komprehensif. Secara kunjungan [wisatawan di hari libur, red.] bagus, tapi harus ada juga usaha-usaha untuk memelihara kondisi [situs tersebut]," ujar Nunung Sobari.
Hingga saat ini, para peneliti yang tergabung dalam Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang masih melakukan penelitian dan ekskavasi atau penggalian terhadap Situs Gunung Padang. Pengelolaan Situs Gunung Padang saat ini berada di bawah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala atau BP3, Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia yang berada di daerah. (win7)