Kriminalisasi KPK diduga untuk amankan Megawati

KANALSATU - Sederet kasus yang menjerat para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga sengaja dimunculkan untuk mengamankan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Saat menjadi Presiden RI, Megawati didera kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (KPK) yang kini sedang diusut KPK.
"Kriminalisasi KPK ini diduga untuk mengamankan Megawati dari jeratan kasus BLBI oleh KPK yang telah memanggil beberapa menteri, saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Seperti Rizal Ramli dan Rini Soemarno," kata pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara, seperti dilansir antara, Selasa (27/1/15).
Penyelidikan kasus BLBI telah dilakukan saat Ketua KPK masih dipegang Antasari Azhar. Sejak itu, upaya kriminalisasi terhadap KPK terus berlanjut sampai saat ini.
Menurut Igor, ada beberapa indikasi yang seolah mengonfirmasi dugaan tersebut. Pertama, fakta bahwa pengangkatan Irjen Budi Waseso sebagai Kepala Bareskrim Polri yang bernuansa politik. Budi Waseso merupakan loyalis Komjen Budi Gunawan, yang dekat dengan Megawati. "Itu kenapa dia (Budi Waseso) dinilai kurang patuh pada instruksi Wakapolri (dalam hal penangkapan komisioner KPK Bambang Widjojanto)," ujar Igor.
Indikasi kedua, ketika Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK, Budi Waseso justru mengatakan bahwa ada pengkhianat di dalam tubuh Mabes Polri. "Apalagi Budi Waseso mengatakan itu ketika baru saja menjabat Kabareskim, yang pelantikannya dilakukannya secara tertutup di gedung utama Mabes Polri," imbuhnya.
Indikasi ketiga, Budi Waseso belum pernah menjelaskan kepada masyarakat mengenai alasan dan cara penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.
Indikasi keempat, Bambang Widjojanto pernah mengimbau Budi Waseso untuk segera melaporkan harta kekayaannya ke laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di KPK. Namun tidak beberapa lama, Bambang Widjojanto justru ditangkap aparat Bareskim pimpinan Budi Waseso atas tuduhan kesaksian palsu Pilkada Kotawaringin lima tahun silam.
Indikasi kelima, ada kecenderungan dari Budi Waseso untuk mengganti para bawahannya dengan mereka-mereka yang sejalan dengan kepentingannya. "Semua hal itu diduga untuk mengamankan Megawati," pungkas Igor.(win6)