20 Jenazah ditemukan di badan AirAsia QZ8501

Proses evakuasi jenazah korban AirAsia QZ8501 yang berhasil ditemukan.

KANALSATU - Pencarian korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 terus berlanjut. Kini, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil menemukan 20 jenazah di badan pesawat. "13 Jazad ditemukan sudah dibawa ke Surabaya. 7 Jazad lagi masih di KN Pacitan," kata Direktur Operasi Basarnas SB Supriyadi, Sabtu (7/2/15).

Seluruh jazad ditemukan di sekitar badan dan di dalam pesawat yang jatuh di dasar Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014. Penemuan ini sekaligus membuktikan bahwa prediksi Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo tentang masih ada korban di badan AirAsia QZ8501 terbukti.

Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Widodo pernah memastikan tidak ada jenazah lagi dalam tubuh pesawat AirAsia QZ8501 yang hingga kini belum berhasil diangkat ke permukaan laut.

"Kita sudah bersama-sama melihat badan pesawat kemarin, dan tidak ada jenazah yang keluar. Kita sudah cek patahan bagian dari sayap ke depan sepanjang 10 meter, tidak ada jenazah sama sekali," tegas Widodo di KRI Banda Aceh, Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (27/1/15).

Untuk itu, TNI menghentikan proses pencarian korban dan puing pesawat AirAsia QZ8501, dengan menarik semua armada dari Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tenga. Ini merupakan instruksi langsung dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

"Panglima TNI perintahkan konsolidasi, kalau ada perintah ke sini (Selat Karimata)lagi, kami siap," kata Panglima Amada RI Kawasan Barat Laksda TNI Widodo di KRI Banda Aceh, Selasa (27/1/15).

Widodo lantas mengucapkan permohonan maaf kepada para keluarga penumpang AirAsia QZ8501. "Selaku Dansatgas SAR TNI, kami menyampaikan kepada keluarga korban, mohon maaf sedalam-dalamnya," ucap Widodo.

TNI telah berupaya semaksimal mungkin mengevakuasi jenazah dan badan pesawat. Hasilnya pun telah dilaporkannya kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko. "Memang hitung-hitungannya, dari 162 baru ketemu 70 jenazah. Ini adalah upaya maksimal kami. Dua hari terakhir sudah menyelam sisi-sisi yang belum tercover, ternyata nihil," ungkapnya.

Pada hari ke-29 pencarian AirAsia QZ8501, tim SAR dari TNI telah berupaya mengangkat badan pesawat dari dasar laut, namun gagal. "Kemarin sudah kami kaitkan dengan tali tross, tapi tadi diselami berubah. Kita harus ikat lagi dari nol, namun tidak terkejar waktunya. Arus terus naik, pukul 10.30 WIB sudah di atas 1 knot, sudah tidak efektif dan efisien. Saya perintahkan untuk tarik," urainya.

KRI Banda Aceh akan bertolak menuju Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Butuh waktu 24-26 jam untuk perjalanan Selat Karimata-Jakarta. Tak hanya KRI Banda Aceh, namun juga KRI Yos Sudarso, KN Pacitan, ?dan kapal Crest Onyx juga ditarik kembali ke pangkalan masing-masing.

Adapun armada TNI yang ditarik dari Selat Karimata adalah KRI Banda Aceh, KRI Yos Soedarso, KN Pacitan, dan Kapal Crest Onyx. KRI Banda Aceh akan bertolak menuju Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan kapal lain kembali ke pangkalan masing-masing.(win6)

Komentar