Indonesia kutuk penembakan 3 orang muslim di AS

Ribuan orang mengikuti shalat jenazah sebelum jasad Deah Shaddy Barakat dimakamkan.

KANALSATU - Pemerintah Indonesia mengutuk dan mengecam keras peristiwa penembakan tiga orang muslim di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat, Selasa (10/2/15), sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Indonesia berharap proses hukum pada pelaku penembakan tersebut dapat ditegakkan.

“Kita mengecam kekerasan yang ditujukan kepada kelompok-kelompok tertentu dan kekerasan bukan solusi untuk apa pun,” kata Juru bicara Kementrian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/2/15).

Baca: Ribuan warga Inggris protes tabloid Charlie Hebdo

Pemerintah Indonesia terus melakukan komuniaksi dan koordinasi dengan Konsul Jenderal di New York, AS, untuk memantau perkembangan terkini dan menentukan langkah selanjutnya dalam rangka melindungi WNI yang berada di sana.

Deah Shaddy Barakat dan istrinya Yusor Mohammad.

Sebelumnya, setelah terjadi peristiwa penembakan di kantor media Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Januari 2015, Pemerintah Indonesia juga melakukan koordinasi dengan Kedubes RI di Prancis dan mengimbau para WNI negeri itu untuk tetap waspada. “Kami sudah berkoordinasi dengan mereka (Konjen RI), tapi belum ada balasan. Mungkin karena di sana masih dini hari.”

Motif penembakan terhadap tiga muslim di Chapel Hill bernama Deah Shaddy Barakat, Yusor Mohammad dan Razan Mohammad diduga kuat terkait kebencian pelaku bernama Craig Hicks terhadap kepercayaan mereka.

Namee Barakat dan istrinya Layla Barakat, orang tua Deah Shaddy Barakat korban penembakan di Chapel Hill.

Kepada BBC, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengritik Presiden Barack Obama yang berdiam diri terhadap pembunuhan ketiga muslim tersebut.

“Para politisi bertanggung jawab akan kejadian yang terjadi di dalam negeri mereka dan harus mengklarifikasi sikap mereka terhadap peristiwa tersebut,” tegas Erfogan.

Pemakaman suami-istri Deah Shaddy Barakat dan Yusor Mohammad serta Razan Mohammad yang juga adik Yusor, pada Kamis (12/2/15), dihadiri lebih 5.000 orang.(win10)

Komentar