Desakan agar Jokowi reshuffle kabinet perburuk citra PDIP

Rini M Soemarno dan Andi Widjajanto dituding jadi penyebab kerenggangan Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan.

KANALSATU - Pernyataan keras yang dilontarkan sejumlah elite PDI Perjuangan tentang munculnya 'brutus' bagi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dikritik Ketua Gabungan Asosiasi Perkebunan Indonesia (Gaperindo) Jawa Timur Arum Sabil. Pernyataan keras elite PDI Perjuangan tersebut dinilainya justru memerburuk citra PDI Perjuangan di mata masyarakat.

"Para elite PDIP selayaknya memiliki kearifan dalam berpikir dan memberi pernyataan. Sebab, bila tidak berhati-hati berkomentar, khususnya menyikapi Presiden Jokowi dan lingkungan Istana Negara, sama saja menempelkan citra buruk PDIP dalam pandangan masyarakat. Kalau (Presiden) Jokowi runtuh, maka itu akan memicu runtuhnya PDIP pula," kata Arum Sabil di Surabaya, akhir pekan lalu.

Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan Effendi Simbolon melontarkan isu mulai merenggangnya hubungan Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan. Keduanya menuding kerenggangan dipicu munculnya tokoh 'brutus' dalam kabinet Jokowi-JK.

Masinton menyarankan, Presiden Jokowi segera me-reshuffle Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, karena keberadaanya dituding sebagai brutus bagi Megawati.

Ketua DPP PDI Perjuangan Effendi Simbolon juga menuding Andi Widjajanto memiliki kepentingan di balik polemik calon Kepala Polri, sehingga menempatkan Presiden Jokowi dalam posisi sulit. Karena itu, Effendi mengatakan Jokowi harus segera melakukan reposisi Kabinet Kerja.

Menyikapi penilaian kedua tokoh partai berlambang kepala banteng itu, Arum menyatakan tidak sependapat bila Rini disebut sebagai 'brutus' bagi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Bagaimanapun, Rini memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan, terutama dengan Bu Megawati. Hubungan keduanya, menurut saya, seperti kedekatan hubungan ibu dan anak."

Tokoh petani asal Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur itu menilai, kalaupun ada masalah kecil atau beda pendapat antara Megawati dengan Rini M Soewandi, itu sesuatu yang wajar. Elite PDI Perjuangan sebaiknya tidak gampang menerjemahkannya sebagai bentuk pengkhiatan, apalagi sampai menyebut Rini sebagai 'brutus'.

Para elite PDI Perjuangan harus melihat pengabdian Rini sebagai menteri dan menjaga Presiden Jokowi sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan pada Megawati. "Jadi menurut saya, loyalitas dan kesetiaan Rini ditunjukkan dengan cara benar. Ketika beliau ditunjuk menjadi menteri atas hak preogratif presiden dan sebagai anak Megawati, dia punya kewajiban jaga Jokowi. Jangan Sampai Jokowi mengecewakan rakyat."

Arum, pernyataan yang menyebutkan Rini M Soemarno sebagai 'brutus' bagi Megawati sangat tidak arif dan tak bijaksana. "Effendi dan Masinton adalah para kader terbaik PDI Perjuangan. Mengapa bisa jadi seperti ini, sampai mengibaratkan Rini sebagai brutus. Menurut saya, itu adalah tudingan tidak rasional dan sama dengan melakukan pembunuhan karakter kepada mereka sendiri. Apakah tidak mungkin jika beliau berdualah yang sebenarnya berlaku layaknya brutus bagi PDI Perjuangan."

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) itu menyatakan, Kabinet Kerja Jokowi-JK yang sudah mengakomodasi peran para profesional, diantaranya memasukkan Rini Soemarno sebagai Meneg BUMN, harus diberi kesempatan bekerja hingga lima tahun. Kepercayaan pada mereka yang ditunjuk Presiden Jokowi itu sebaiknya diutamakan agar pemerintah mampu membangun perekonomian Indonesia.(win10)

Komentar