2 Kapal perang siaga tempur

KRI Diponegoro.

KANALSATU - Dua kapal perang siaga di Perairan Selatan Cilacap, Jawa Tengah, jelang eksekusi mati terpidana narkoba. Kedua kapal perang adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) Diponegoro 365 dan KRI Lambung Mangkurat 374.   

Setelah bersandar di Demarga I Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, untuk mengambil perbekalan, kedua kapal patroli di Parairan Cilacap hingga Denpasar, Bali. Patroli ini merupakan kegiatan operasi Perisai Nusa.

"Operasi Perisai Nusa, yaitu operasi siaga tempur laut yang bertugas untuk menjaga perbatasan khususnya yang berada di wilayah Armada RI Kawasan Timur mulai dari Cilacap sampai Papua," kata Komandan KRI Diponegoro Letnan Kolonel (Pelaut) Daru Cahyo Sumirat di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (9/3/15).

Apa ini ada hubungannya dengan eksekusi mati terpidana narkoba di Pulau Nusakambangan? Daru menjelaskan, pelaksanaan operasi sesuai sektor dan tidak secara khusus untuk pengamanan eksekusi. Tetapi utamanya untuk operasi perbatasan.

"Kalaupun ada perintah tambahan untuk pengamanan eksekusi, kami laksanakan. Sementara kami untuk berposisi di perairan Cilacap, secara khusus ke pelaksanaan eksekusi, kita menunggu perintah. Nanti dalam perkembangan satu-dua hari ke depan," terangnya.

KRI Diponegoro diperkuat oleh 90 personel. Sedangkan KRI Lambung Mangkurat diperkuat 60 orang dengan persenjataan lengkap. Jangkauan operasi Perisai Nusa meliputi kawasan perairan Timur Indonesia mulai dari Cilacap hingga Papua. "Kami mendapat sektor antara Cilacap dan Denpasar. Operasi dilaksanakan setiap hari, begitu selesai mengisi bahan bakar, kami kembali ke laut," urainya.

Adapun persenjataan yang dibawa KRI Diponegoro, terdiri atas meriam kaliber 76 milimeter buatan Italia, rudal permukaan dengan jarak jangkau 100 kilometer, radar antipesawat udara, serta dua unit meriam kaliber 20 milimeter kanan dan kiri.(win6)

Komentar