RUPS PGN bagi deviden Rp144,84 per lembar saham
Ada pergantian jajaran komisaris

KANALSATU - BUMN sektor gas nasional yaitu PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berhasil melakukan Rapat umum pemegang saham (RUPS).
Dalam RUPS itu PGN menyepakati perubahan susunan komisaris dan pembagian dividen sebesar Rp144,84 per lembar saham.
"Dari enam komisaris, sebanyak lima Komisaris yang diganti saat RUSP. Sementara untuk jajaran direksi tidak berubah," ujar Sekertaris Perusahaan Gas Negara, Heri Yusup, usai RUPS di Jakarta, Senin (6/4/15).
Secara khusus dia mengemukakan bahwa jajaran komisaris perseroan setelah RUPS yakni Iman Sugema sebagai Komisaris Utama, sementara untuk posisi anggota komisaris diisi Tirta Hidayat, Mohammad Ikhsan, IGN Wiratmaja Puja, dan M. Zamkhani. Sedangkan Komisaris Independen dijabat Paiman Rahardjo.
Sebelum RUPS, posisi Komisaris diduduki oleh Bayu Krisnamurthi sebagai Komisaris Utama. Sementara posisi Komisaris dijabat oleh Firmanzah, M. Zamkhani, Pudja Sunasa, A. Edy Hermantoro, dan Widya Purnama.
Susunan direksi PGN sekarang ini meliputi Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama, kemudian Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko M. Wahid Sutopo, Direktur Pengusahaan Jobi Triananda Hadjim, Direktur Teknologi dan Pengembangan Djoko Saputro, Direktur Keuangan M. Riza Pahlevi Tabrani, dan Direktur SDM dan Umum Hendi Kusnadi.
Dalam RUPS PGN itu, disepakati juga untuk membagikan dividen sebesar Rp144,84 per lembar saham. Dana dividen itu dianggarkan dari sebagian laba bersih perseroan pada tahun buku 2014 yang sbebesar 722,75 juta dolar AS.
Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa perseroan akan terus mendukung pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan penggunaan gas bumi di Indonesia.
"Pembangunan berbagai infrastruktur gas yang dilakukan PGN diarahkan untuk memenuhi dan melayani berbagai segmen pelanggan mulai dari industri, pembangkit listrik, UKM, transportasi dan rumah tangga," katanya.
Selama tahun 2014, PGN mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$3,41 miliar naik 13,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$3 miliar. (ant/win7)