Bawaslu RI: Penyelenggaraan Pilpres 2014 terbaik di dunia

KANALSATU - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) telah berani merilis dengan menyatakan bahwa pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Indonesia diakui oleh negara-negara di dunia sebagai pemilu terbaik.
Hal ini secara khusus disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Gunawan Suswantoro.
"Penyelenggaraan Pemilihan Presiden di Indonesia ternyata menjadi pemilihan umum terbaik di dunia, sehingga negara-negara di dunia menilai bawa pemilu di Indonesia adalah pemilu terbaik dunia," katanya di Banjarmasin, Kamis (23/4/15).
Secara khusus hal tersebut dikatakan Gunawan saat melantik 39 anggota Pengawas Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur, dan pemilihan Bupati, Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota se- Kalimantan Selatan.
Lebih dalam Kalimantan Selatan, lanjut Gunawan, menyumbang terbesar terselenggaranya pemilihan Presiden yang baik, aman, dan lancar di Indonesia.
Saat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden banyak masalah bermunculan di 33 provinsi, tetapi Bawaslu Kalimantan Selatan langsung menyelesaikan masalah-masalah tersebut. "Sehingga pemilu di Kalsel berjalan lancar, aman dan tertib sesuai undang-udang dan peraturan yang berlaku," terangnya.
Lebih detail dia berharap kepada Bawaslu dan Panwas di 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalsel dapat menyelenggarakan pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan wali kota, wakil wali kota dengan baik, lancar, aman dan tertib.
Selanjutnya menurut Gunawan, Pemilu serempak yang diikuti sembilan provinsi, dan 269 kabupaten/kota menjadi tantangan berat bagi penyelenggara pemilu. "Salah satu tujuan dari pemilu serentak adalah untuk efesiensi anggaran, dan yang lainnya. Oleh karenanya, diharapkan pemilu serempak yang diikuti lebih dari separo kabupaten/kota di Indonesia ini tertib dan lancar," tutur dia.
Untuk mendapatkan hasil pemilu yang berintegritas diperlukan dukungan semua pihak, termasuk Kapolda dan Polres di Kalsel agar turut menjaga keamanan dengan maksimal. "Jangan sampai pemilu di Indonesia yang sudah dianggap terbaik ini, tercoreng gara-gara tidak aman," ujar dia.
Sekjen Bawaslu Pusat mengutarakan, dari 39 anggota panwas di 13 kabupaten/kota di Kalsel, 90% merupakan anggota panwas yang pernah menjadi panwas legislatif dan presien wakil presiden.
Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan Mahyuni, mengharapkan, kepada anggota panwas yang baru dilantik untuk tidak tergoda oleh bujuk rayu dan iming-iming oknum. (ant/win7)