Australia potong bantuan RI AUS$1 miliar

Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

KANALSATU - Pemerintah Australia akan memotong bantuan untuk Republik Indonesia (RI) dalam penyusunan anggaran feredal pada pekan depan. Bahkan pemotongannya akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Australia, yakni mencapai A$1 miliar.

Namun, pemerintah Australia meminta agar pemotongan bantuan untuk Indonesia tidak dikaitkan dengan eksekusi mati duo "Bali Nine" dalam kasus narkoba. Direktur Dewan Australia untuk Pembangunan Internasional, Marc Purcell mengatakan, pemerintah harus berjalan pada garis yang tipis untuk menjelaskan pemotongan bantuan untuk Indonesia.

Pada satu sisi, mayoritas publik Australia menuntut agar ada dampak dari eksekusi mati terhadap bantuan bagi Indonesia. Sementara di sisi lain, Australia harus menjaga hubungan diplomatik. "Faktanya adalah bantuan untuk Indonesia pada akhirnya tetap harus dipangkas sebagai bagian dari pengurangan A$1 miliar yang diumumkan Joe Hockey," terang Purcell seperti dilansir laman Sydney Morning Herald, Selasa (5/5/15).

Direktur Pusat Kebijakan Pembangunan di Universitas Nasional Australia, Profesor Stephen Howes menambahkan, kurangnya pemahaman publik terkait pemangkasan bantuan dapat mengakibatkan salah persepsi.

Pengurangan bantuan kepada Indonesia dapat membuat banyak orang meyakini bahwa Australia ingin membalas atas eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. "Ini pemangkasan bantuan yang terbesar. Jelas bahwa bantuan untuk Indonesia akan dipangkas," ungkap Purcell.

Australia mengucurkan A$605,3 juta bagi Indonesia pada 2014. Sementara untuk Papua Nugini, penerima bantuan terbesar kedua Australia setelah Indonesia, yakni A$577,1 juta pada 2014.(win6)

Komentar