Susi kaitkan pengungsi Rohingya dengan perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

KANALSATU - Pegungsi asal Rohingya, Myanmar yang terdampar di Indonesia bisa saja terjadi karena kebijakan pemerintah untuk memberantas pencurian ikan yang belakangan gencar dilakukan. Bisa jadi, para pengungsi merupakan pekerja industri perikanan di Thailand.

"Pendapat saya pribadi, munculnya Rohingya di Aceh bukan peristiwa tersendiri. Tapi ada kaitannya dengan penindakan pencurian ikan yang kita lakukan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/6/15).

Lantaran industri perikanan di Thailand surut antara lain karena penindakan pencurian ikan yang dilakukan aparat Indonesia, maka mereka dilepaskan dalam jumlah yang besar. "Ini indikasi `asesmen` pribadi. Saya telah meminta beberapa pihak menindaklanjuti selanjutnya," ucap Susi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Muzammil Yusuf menginginkan asesmen pribadi Susi tersebut tidak dipertahankan. Sebab berbagai pihak termasuk DPR RI telah pergi ke Myanmar dan dunia internasional sudah mengakui bahwa masalah pengungsi Rohingya adalah karena kewarganegaraan mereka tidak diakui pemerintah Myanmar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta berbagai pihak untuk memperhatikan masalah pengungsi Rohingya dengan empati dan rasa kemanusiaan. "Jangan diperkecil masalahnya karena asesmen adanya penggusuran dari Thailand," tegas Muzammil.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri masih akan terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) terhadap pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang kemungkinan masih berada di wilayah laut Indonesia.

"Bagian dari kesepakatan `joint statement` di Putrajaya (Malaysia), kita masih lakukan SAR di wilayah laut kita. Jadi, operasi SAR masih dilakukan kalau masih ada pengungsi yang terkatung-katung di laut akan kita selamatkan," kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemlu Andy Rachmianto di Jakarta, Kamis (4/6/15).(win6)

Komentar