PT Lamicitra Nusantara siap bangun apartemen

Agustus lima tower akan berdiri di Surabaya

KANALSATU - Meski situasi perekenomian saat ini tidak terlalu bagus, namun tidak menyurutkan niat pengembang property untuk terus melebarkan sayap bisnisnya. Salah satunya Perusahaan bidang pengembangan dan pengelolaan property, PT Lamicitra Nusantara Tbk (Persero) yang akan segera meluncurkan dua proyek baru di bidang properti di Surabaya. Melalui anak perusahaan, PT Dharmabhakti Adijaya, akan melanjutkan pengembangan residensial di Darmo Hill.

“Ada dua proyek kami yaitu pengembangan perumahan town house dan apartemen,” kata Direktur PT Lamicitra Nusantara, Prasetyo Kartika di Surabaya, Senin (29/6/15).

Prasetyo menjelaskan nantinya akan dibangun apartemen dengan lima tower yang menempati lahan seluas 3 hektare (ha). Dan apartemen ini sendiri akan dibangun secara bertahap. Di tahap awal baru akan dikerjakan dengan luasan 70.000 meter persegi. Hunian vertikal ini nantinya akan dikombinasi dengan serviced apartement dan kondotel.

Menurutnya, kebijakan mendirikan apartemen dipicu karena minat untuk memiliki apartemen dikalangan muda terus meningkat. Mereka membutuhkan aparteman karena kondisi lahan semakin habis. Selain itu, kondisi perekonomian di Indonsia menunjukan tanda-tanda kearah positif.

“Sekarang kami masih mengurus perizinannya di Pemerintah kota Surabaya. Kami targetkan pada triwulan III atau sekitar Agustus mendatang sudah bisa prelaunching,” kata Direktur PT Lamicitra, Priyo Setya Budi. Dikatakannya, meskipun kondisi ekonomi di Indonesia pada awal tahun cukup berat namun pihaknya masih optimistis sektor properti memiliki prospek yang cerah.

Selain itu, di tahun 2015 perseroan akan fokus pada penjualan proyek Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Tunjungan Electronic Center (TEC). Untuk kawasan industri berikat Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) yang menyediakan Standart Factory Building (SFB) dengan fasilitas berikatnya melakukan aktivitas marketing di mancanegara untuk menarik investor asing untuk berinvestasi di TEPZ.

Direktur Independen Lamicitra Robin Gejali mengatakan, penjualan dan pendapatan usaha per 31 Desember 2014 mencapai Rp 130,470 miliar atau mengalami kenaikan 5,17% dibandingkan dengan penjualan dan pendapatan usaha tahun 2013 yang mencapai Rp123,723 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan pendapatan di sektor sewa dan jasa pelayanan per 31 Desember 2013 sebesar Rp52,842 miliar menjadi Rp69,183 miliar atau naik sebesar 23,62%.

“Sementara pendapatan di sektor real estate mengalami penurunan sebesar 25,98% pada 31 Desember 2013 sebesar Rp 34,823 miliar bila dibanding pendapatan pada 31 Desember 2014 sebesar Rp 27,643 miliar,” tutur Robin.

Perseroan pada 3 bulan pertama hingga 31 Maret 2015 untuk penjualan dan pendapatan usaha mencapai Rp 44,651 miliar atau naik sebesar 21,24% bila dibandingkan penjualan dan pendapatan usaha masa yang sama tahun 2014 per tanggal 31 Maret yang mencapai Rp35,169 miliar.

Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan pendapatan di sektor real estate per 31 Maret 2014 sebesar Rp11,016 miliar menjadi Rp21,685 miliar per 31 Maret 2015 atau naik sebesar 49,20%.(win8/win15))

 

Komentar