Noer Soetrino : Target 1 juta rumah tercapai, Asal...

Noer Soetrisno

KANALSATU - Noer Soetrisno, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada yang kini menjabat Ketua Umum Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman Indonesia (MP3I) menegaskan target program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi Juli lalu akan terwujud.

Secara khusus pria kelahiran Kabupaten Blitar itu menyatakan bahwa target itu akan tercapai jika pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5,5%.

Noer Soetrisno menambahkan terlebih lagi bila di dukung oleh pembangunan rumah susun di perkotaan, sangat dimungkinkan pengadaan program  sejuta rumah dapat terealisasi.

"Saya optimis sejuta rumah dapat dikejar selama pertumbuhan ekonomi nasional stabil pada kisaran 5,5% -  6%," tegas Sutrisno disela-sela kegiatan Dialog Interaktif dan Munas ke - 3 MP3I Senin (24/8/15) di Jakarta.

Secara khusus dikatakan, MP3I dalam menjalankan visinya selalu berkordinasi dengan semua pelaku pembangunan perumahan dan permukiman dengan cara memfasilitasi dan mengakomodasi berbagai kepentingan pihak-pihak terkait secara obyektif.  

Disisi lain, organisasi yang genap berusia 10 tahun ini juga tengah berupaya agar pengadaan rumah khusus nya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus berlanjut.

Rumah layak huni  merupakan kebutuhan esensial manusia yang perlu ditumbuh kembangkan dan didukung penggalangan peran serta masyarakat di daerah. Menurutnya, orientasi pembangunan bukan lagi pada jumlah hasil dalam bentuk fisik  semata, melainkan juga perlu dilihat proses bagaimana hasil itu dicapai dan manfaat yang diterima masyarakat.

Direktur Rumah Khusus Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lukman Hakim saat membuka acara Dialog meminta MP3I agar terus berkiprah memberikan masukan kepada pemerintah sekaligus dalam menggalang dukungan kepada pihak terkait demi suksesnya tujuan program sejuta rumah untuk rakyat.

Lebih dalam dia menyadari, bukanlah perkara mudah menghadapi tantangan dan kendala di bidang pembangunan rumah.  "Pembangunan infrastruktur yang belum terpadu. Pembiayaan perumahan yang belum terkoordinasi ditenggarai masih menjadi permasalahan dasar perumahan dan permukiman," ungkapnya.

Dialog interaktif menghadirkan 5 narasumber yang berkompeten dari Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Kemendagri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, BTN Dan Perum Perumnas. (win7)

Komentar