Lucy bantah tak lulus SMAN 5 Surabaya

KANALSATU - Calon Wakil Walikota Surabaya Lucy Kurniasari membantah rumor yang menyebutnya bukan lulusan SMAN 5 Kota Surabaya. Namun, pasangan calon Walikota Rasiyo yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pilkada Kota Surabaya itu, mengakui ijazah SMAnya hingga kini belum ditemukan.
“Saya tadi jam 09.00 WIB ke SMAN 5. Ada beberapa guru semasa saya sekolah yang masih ingat. Saya ditunjukkan buku register SMAN 5 yang mencatat nama Lucy Kurniasari sebagai murid. Jadi, rumor itu tidak betul, apalagi menyebut saya lulus SMA dengan menempuh ujian persamaan,” kata Lucy kepada kanalsatu.com di Surabaya, Senin (14/9/15).
Perempuan kelahiran Surabaya, 4 Februari 1968 itu menyatakan, soal ijazah SMA bukan menjadi masalah karena sekolah sudah mengeluarkan surat keterangan yang dilegalisir. “Lengkap dengan turunan nilai ijazah lho. Dan yang jelas, Lucy Kurniasari tidak pernah tinggal kelas saat sekolah.”
Mantan Ning Suroboyo 1986 itu menyatakan, persoalan ijazah seharusnya tidak menjadi masalah, sebab surat keterangan dari almamaternya pernah ‘diterima’ saat terpilih menjadi anggota DPR RI mewakili Daerah Pemilihan I Surabaya-Sidoarjo Jawa Timur pada pemilihan Legislatif 2009-2014.
Lucy yang kini Ketua Departemen Penanggulangan AIDS dan Narkoba DPP Partai Demokrat bahkan mengundang kanalsatu untuk hadir pada acara reuni akbar SMAN 5 yang rencananya digelar awal Oktober 2015. “Sekalian di situ bisa konfirmasi ke teman dan sahabat seangkatan saya, salah satunya Machmudah, istri Ketua Kadin Jatim. Betul atau tidak Lucy Kurniasari sekolah di SMAN 5.”
Problem ketiadaan ijazah muncul seiring langkah kader Partai Demokrat tersebut mendaftar sebagai cawawali mendampingi Rasiyo yang akan menantang calon pasangan petahana Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana. Beberapa kalangan bahkan menyebut, hilangnya ijazah Lucy itu berpotensi menggugurkan pencalonan.(win10)