Darmawan Utomo, Konsul pertama Republik Belarus

“Saya bangga dipercaya sebagai Konsul Kehormatan oleh Pemerintah Republik Belarus. Semoga jabatan ini bisa menjadi jembatan untuk kemajuan kedua negara, khususnya Jatim dan Belarus. Bukan hanya di sektor ekonomi, tapi juga sektor lainnya - seperti pertanian, kelautan, pariwisata, pendidikan, dan lainnya,” kata Darmawan Utomo, di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat malam (16/10/2015).
Darmawan menyampaikan itu pada pidato sambutan Malam Inaugurasi pengukuhan dirinya sebagai Konsul Kehormatan Republik Belarus di Surabaya – dengan wilayah kerja Jawa Timur. Ratusan tamu dari kalangan pengusaha, pejabat, dan tokoh masyarakat nampak memadati acara tersebut. Juga dihadiri Duta Besar Luar Biasa Republik Belarus Vladimir Lopato Zagorsky, serta Dirjen di Kementerian Luar Negeri (yang membidangi hubungan) Amerika & Eropa, Dian Triansyah Djani.

Malam resepsi ini juga menandai diresmikannya Kantor Konsulat Kehormatan Republik Belarus yang berlokasi di Jalan Basuki Rachmat 148 – Surabaya. Sekaligus sebagai kantor konsulat pertama di Indonesia, setelah negara itu membuka Kantor Kedutaan Besar di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Darmawan, banyak peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh pengusaha Indonesia-khususnya pengusaha Jatim di Belarus. Terutama pasar ekspor untuk produk hasil laut dan hasil perkebunan seperti karet. Sedangkan dari Belarus bisa di impor produk-produk seperti alat berat untuk konstruksi dan tambang, peralatan pertanian, dan potasium untuk bahan pupuk. Sejumlah pengusaha di negara itu juga berminat menanamkan investasinya di Indonesia – khususnya di Jatim.
“Produk kerajinan juga bisa dipasarkan di Belarus. Pasar ekspor ke Belarus juga bisa menjangkau negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya seperti Ukraina, Lathuania, Kazakhstan, dan beberapa negara lainnya," ujar Darmawan.
Bukan hanya sektor ekonomi dan bisnis, kata Darmawan, bidang pariwisata, pendidikan dan kebudayaan bisa dikerjasamakan secara maksimal dengan Belarus, karena kedua negara (Indonesia dan Belarus) sama-sama memiliki potensi tinggi di sektor tersebut. “Pelaku usaha pariwisata perlu membangun link dengan pengusaha sejenis di Belarus, karena sektor ini bisa dimanfaatkan maksimal kedua belah pihak,” tambahnya.

Darmawan Utomo selama ini dikenal sebagai pengusaha di Surabaya yang salah satu produk industrinya sangat terkenal yakni “atap bangunan tanpa sambungan”. Melalui PT Utomo Deck, Darmawan yang juga dikenal sebagai pendekar karate ini menekuni banyak bisnis dan sukses, sehingga puluhan penghargaan telah diterimanya. Pria asal Probolinggo kelahiran 12 Februari 1951 dengan hobi “balap burung dara” ini juga memiliki lembaga lelang swasta melalui manajemen Balai Lelang Tunjungan. Sudah ratusan kali melakukan lelang barang seni, aset BUMN dan aset perusahaan swasta, maupun barang berharga lainnya.
Darmawan Utomo tidak menyangka dirinya dipercaya sebagai Konsul Republik Belarus. Namun kepercayaan yang diberikan oleh negara salah satu pecahan Uni Soviet itu tidak lepas dari keberhasilannya selama ini didunia bisnis dan ketokohannya di tengah masyarakat.(win5)