Gob and Friends karya Hompimpa Studio

KANALSATU - Animasi di Indonesia sudah saatnya bangkit, dan tidak lagi mengandalkan animasi karya dari luar negeri. PT Hompimpa Mulia Production, salah satunya yang sudah membuahkan karya animasi 'Gob and Friends' untuk Indonesia.
Direktur PT Hompimpa Mulia Production, Mizan Sulthon mengatakan, dirinya terus berjuang untuk animasi Indonesia. Sebab, animasi tidak lagi milik bangsa lain, tetapi harus bisa menjadi idola di negaranya sendiri.
"Sudah saatnya animasi menjadi ikon dan menjadi idola di negaranya sendiri. Kami akan terus berjuang untuk itu," kata Mizan Sulthon, dalam acara syukuran tahun ke- tiga Hompimpa Animasi Studio, di Jl. Darmawangsa 66, Surabaya, Selasa (8/12/15) malam.
Menurutnya, masyarakat masih harus diedukasi untuk lebih mencintai animasi Indonesia. Sebab, saat ini animasi Indonesia menjadi pilihan kedua masyarakat. Ini bisa dilihat dari anak-anak yang masih menggilai animasi dari negara lain.

Untuk itu, pihaknya tak kenal lelah memperjuangkan animasi agar lebih dicintai masyarakat. "Saya pernah menawarkan produk animasinya ke seluruh televisi di Indonesia dan gagal. Tapi, kegagalan itu tak menyurutkan semangat kami," ujarnya.
Salah satu perjuangan yang dilakukan adalah memunculkan produk andalan Gob and Friends, sebagai animasi web series. "Ternyata produk ke-empat kami cukup mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia."
Dalam karyanya Gob and Friends, Mizan mengaku bangga lantaran mendapat penghargaan Indonesian Film Trailer Award 2015. "Kami juga menggandeng pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Justru yang dihasilkan pelajar SMK jauh lebih bagus," kata Mizan.
Namun, dirinya mengeluh bahwa sebenarnya hasil karya animasi anak bangsa masih belum banyak dihargai oleh bangsa sendiri. Artinya, karya animasi di Indonesia mengeluarkan banyak biaya, pada saat ditawarkan ke salah stasiun televisi hanya dibeli dengan harga rendah. "Pernah animasi kami dihargai Rp 5 juta oleh sebuah televisi. Padahal kami mengeluarkan biaya pembuatan kira-kira Rp 35 juta, " akunya.
Harapannya, pemerintah yang berwenang menangani tersebut bisa memberikan nafas bagi animasi karya anak bangsa, bukan membuka gerak dari negara lain meski bukan support dana yang dimaksud. Setidaknya, karya animasi lokal bisa diberi ruang dengan menggandeng semua stasiun televisi di Indonesia. (win16)