Novanto banyak terima hujatan sinis

KANALSATU - Hujatan sisnis banyak diarahkan ke Ketua DPR RI Setya Novanto terkait skandal dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk meminta saham PT Freeport Indonesia. Salah satu penghujatnya adalah Ruhut Sitompul yang menuding Novanto "bermuka badak".
"Sudahlah Novanto, mundur saja kau. Saya mau nangis ini, sudah jutaan orang ingin Novanto lengser. Gimana muka badak Novanto. (Pelanggaran) Etika ini sudah terang benderang," ucap Ruhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/12/15).
Ada empat opsi menghentikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3 dan Tata Tertib DPR. Opsi pertama, apabila Setya Novanto dinyatakan melakukan pelanggaran etika berat di MKD.
Opsi kedua, apabila Setya Novanto terbukti melakukan tindak pidana dan sudah menjadi terdakwa atas perkaranya. Opsi ketiga, apabila Setya Novanto mengundurkan diri dan mendapat persetujuan partai. Opsi keempat, apabila partai pengusung dalam hal ini Golkar mencopot jabatan itu langsung dari Setya Novanto.
Hari ini, sejumlah anggota DPR lintas fraksi menggelar aksi #SaveDPR. Aksi dilakukan untuk meminta Setya Novanto turun dari jabatannya. Aksi dari 30 anggota DPR itu untuk mendukung Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) jelang putusan dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Setya Novanto.
"Kami memberikan dukungan kepada para anggota MKD untuk bersama-sama menyelamatkan wajah DPR RI dengan mengambil keputusan yang tepat dalam upaya menegakkan kode etik DPR," kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun di Gedung Kura-Kura V, Kompleks Parlemen, Jakarta.(win6)