NATO pertimbangkan pakai AWACS hadapi ISIS

KANALSATU – Keberadaan ISIS sudah sangat “menjengkelkan” negara-negara anggota NATO, sehingga ada permintaan untuk menggunakan pesawat pengintai udara AWACS dalam perang melawan ISIS. Kini permintaan itu sedang dibahas, kata seorang pejabat pada Jumat (22/01).
Semua komitmen terkait pesawat AWACS akan menandai perubahan dalam aliansi tersebut yang hingga kini tidak berperan langsung dalam perang melawan ISIS, namun semakin mengkhawatirkan ancaman dari kelompok ekstremis di bagian selatannya.
“Kami bisa mengonfirmasikan terdapat permintaan bantuan konkret dari NATO untuk operasi anti-ISIS dalam bentuk pesawat pengintai NATO AWACS,” ujar seorang pejabat NATO. “Permintaan ini sedang dibahas oleh negara-negara anggota,” kata pejabat tersebut.
Semua keputusan akan sesuai dengan deklarasi konferensi tingkat tinggi Wales yang mengindikasikan kesiapan NATO untuk mendukung upaya bilateral negara-negara anggota. “Ini upaya bilateral negara-negara anggota,” kata pejabat itu merujuk pada pertemuan para pemimpin aliansi itu pada 2014.
Seorang narasumber diplomatik mengatakan permintaan itu berasal dari Amerika Serikat yang memimpin koalisi anti-ISIS yang terdiri lebih dari 60 negara, termasuk mayoritas dari 28 negara anggota NATO. Persekutuan ini menolak untuk mengomentari asal permintaan tersebut, sedangkan pejabat AS di NATO pun tidak bisa dimintai komentarnya.(AFP/ant/win4)