Gubernur Khofifah Harap Forum Rektor Indonesia Rumuskan Rekomendasi Strategis Hadapi Ancaman Krisis Pangan, Energi dan Keuangan

KANALSATU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan Forum Rektor Indonesia (FRI) dapat melahirkan rekomendasi strategis guna menghadapi tiga ancaman krisis dunia yaitu pangan, energi, dan ekonomi baik tingkat lokal, regional hingga nasional dan Global.
"Kami harapkan melalui Forum Rektor ini akan bisa melahirkan rekomendasi strategis yang akan memberikan solusi efektif dalam menghadapi tiga ancaman krisis dunia," ungkap Gubernur Khofifah saat menerima peserta FRI Tahun 2022 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (29/10/2022) malam
Khofifah mencontohkan, terkait peningkatan produktivitas petani padi bisa didukung melalui pembaharuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Kebutuhan seperti Combine Harvester, Dryer dan Rice Milling Unit (RMU), disebutnya bisa terpenuhi melalui adanya kemudahan bantuan kredit modal bagi petani dengan grace period tertentu.
"Kalau sawit bisa dapat Grace Period empat tahun, kenapa KUR untuk alsintan Gapoktan tidak bisa?" ungkapnya.
Ditambahkan, secara Scientific penggunaan Harvester bisa mengurangi loss 9 persen sampai 11 persen. Sehingga, jika total produksi padi di Indonesia mencapai 32 juta ton. Maka sesungguhnya terdapat potensi untuk bisa menyelamatkan minimal 3,2 juta ton, untuk 10 persen nya.
"Ada banyak managemen pengelolaan sektor holtikultur dan pertanian yang kita miliki, saya rasa kita tidak perlu khawatir akan krisis pangan. Jika ini bisa direkomendasikan di forum rektor, akan menjadi harapan baru bagi seluruh petani kita, termasuk di dalamnya adalah pupuk untuk tambak," jelas Khofifah yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unair.
Lebih jauh, Khofifah menjelaskan, bahwa Jawa Timur di 2020 dan 2021 menjadi kontributor padi terbesar di Indonesia.
Selain itu, Jatim juga merupakan penghasil daging sapi terbesar secara nasional. Hal ini karena di Jatim ada balai besar inseminasi buatan (BBIB) sehingga sapi di Jatim populasinya mencapai 5,1 juta ekor. Di bawah Jatim ada provinsi lain dengan 1,8 juta ekor dan selisihnya terpaut jauh.
Selain menyoroti permasalahan krisis pangan, krisis energi juga tidak lepas dari perhatian Gubernur Khofifah. Dirinya menyebut bahwa Pemprov Jatim tengah berada dalam komitmen kuat untuk mendukung program-program yang berbasis Renewable Energy.
"Kita sudah ada program PLTS berbasis rooftop. Selain itu ada pemberian insentif bagi mereka yg menggunakan kendaraan berbasis listrik, insentifnya adalah hanya membayar pajak 10 persen. Di mana, 90 persennya dibayar oleh APBD," ujarnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah menyampaikan, mengacu pada rekomendasi-rekomendasi tersebut diharapkan melalui FRI akan terbangun sinergitas luar biasa antara Pemerintah dengan Civitas Akademika.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, yang juga sebagai Ketua FRI yang baru menyampaikan kesiapan Civitas Akademik dalam mendukung program kerja pemerintah, utamanya melalui riset.
"Kawan-kawan rektor siap berkontribusi secara signifikan dalam memberi berbagai macam solusi dan bekerja bersama untuk mengatasi berbagai persoalan," tegasnya.
Dukungan akan diberikan oleh para Rektor mulai dari isu-isu mendasar di bidang kemanusiaan dan kesehatan seperti stunting dan pengangguran. Hingga isu global yang melanda dunia seperti ancaman krisis dan perubahan iklim dunia.
FRI Tahun 2022 ini sendiri digelar selama dua hari yaitu tanggal 29-30 Oktober 2022. Dimana, Universitas Airlangga Surabaya terpilih sebagai tuan rumah.
Peserta FRI dihadiri oleh 384 peserta dari 345 institusi, baik dari institusi Dikti, Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN), Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). (KS-9)